Mahasiswa Asal Lampung Tewas Diseruduk Kereta di Serang

oleh -
tertabrak kereta api
Petugas Polres Serang, Banten, mengidentifikasi jenazah Rahmat Hidayat yang tewas tertabrak kereta.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Rahmat Hidayat (23) Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten asal Lampung tewas di tempat setelah tertabrak kereta api di perlintasan pemukiman lingkungan Sumur Pecung, Kota Serang, Minggu pagi (10/11/2019).

Sebelum kejadian, korban Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES) tersebut dibonceng temannya, Misri (19) berjalan menggunakan motor Suzuki Satria FU plat nomor A 3595 CC.

Keduanya melintas dari arah Jalan KH Abdul Latif Lingkungan Sumur Pecung, kemudian berbelok ke kanan hendak melewati perlintasan rel kereta api. Namun naas, pada saat yang bersamaan datang Kereta Api Penumpang Ekonomi No 463 dari arah Merak menuju Rangkas Bitung.

Misri tak bisa menghindar. Ia pun terpental dan mengalami luka-luka. Motornya juga ikut terseret jauh. Sementara Rahmat Hidayat kondisinya meninggal di tempat saat kejadian.

BACA JUGA:

. Duh, Stadion Maulana Yusuf Kota Serang Dijadikan Tempat Mesum

. PBBP2 Tak Capai Target, Warga Kota Serang Dinilai Belum Sadar Pajak

. Pantau Pembuang Sampah, DLH Kota Serang Usul Pasang CCTV

Kasat Lantas Polres Serang Kota AKP Ali Rahman mengatakan, kejadian ini terjadi sekitar pukul 07.30 dimana waktu tersebut biasanya kereta melintas. Jika korban dan teman korban sudah lama tinggal atau ngontrak di sini, biasanya sudah tahu jam-jam dimana kereta api melintas.

“Untuk melakukan penelusuran lebih lanjut, korban akan dibawa ke Rumah Sakit untuk diotopsi, sedangkan teman korban akan kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah melakukan perawatan. Sedangkan untuk motornya kami bawa ke Mapolres sebagai barang bukti,” katanya. (Luthfi/Difa)

2 thoughts on “Mahasiswa Asal Lampung Tewas Diseruduk Kereta di Serang

  1. Jangan biarkan korban jiwa berjatuhan di perlintasan sebidang baik karena kelalaian dan kenekatan pengguna jalan. Atau arena abainya aparat di lapangan yang membiarkan pelanggaran terus dan bisa memicu terjadinya kecelakaan di perlintangan KA ini,
    Pemda juga harus mengawasi dan menutup perlintasan KA sebidang illegal di wilayahnya masing-masing. Tidak boleh saling menyalahkan, tapi bagaimana bersinergi untuk meningkatkan keselamatan transportasi di Tanah Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *