Mafia Tanah Sudah Telan Banyak Korban, Saatnya Beri Mereka Pelajaran

  • Whatsapp
Mafia tanah

Oleh Endang JP, Pimred REDAKSI24.COM

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas praktik mafia tanah di Indonesia. Perintah presiden itu menandakan genderang perang melawan mafia tanah telah ditabuh kencang.

Bacaan Lainnya

Langkah tegas pemerintah menumpas para penjahat tanah itu memberikan harapan kepada rakyat untuk mendapat keadilan, setelah hak atas tanahnya dirampas, dipaksa untuk dijual dengan harga yang tidak sepantasnya.

Kasus yang menimpa mantan Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menunjukan betapa rapih dan lihainya sindikat tanah itu. Mereka melibatkan banyak aktor, mulai pemain lapangan kelas coro, funder atau penyandang dana, hingga godfather sebagai dalang utamanya.

Dino Patti Djalal meradang setelah ibunda tercinta Zurni Hasyim Djalal juga menjadi korban sindikat tersebut, dan melaporkan praktek perampasan sertifikat tanah milik ibunya ke Polda Metro Jaya pada April 2020, November 2020, dan Januari 2021.

Tiga lokasi tanah yang haknya sudah beralih secara tidak sah adalah di kawasan Antasari (Cilandak Barat), Kemang, dan di Cilacap.

Dino berharap polisi bekerja serius untuk mengungkap dan memenjarakan aktor-aktor besar di balik jaringan sindikat tersebut.

“Sebab sejauh ini, secara umum jarang ada dalang mafia tanah yang (berhasil) diringkus aparat,” ujar dia.

Dino Patti Djalal terobsesi untuk memfasilitasi pertemuan antara ribuan korban mafia tanah dengan para pejabat terkait. Dia menyebut beberapa kasus mafia tanah seperti terjadi Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

“Kasus ini membuat orang makin sadar bahwa masalah ini (korban mafia tanah) banyak terjadi di lapangan. Penting sekali bagi pemerintah untuk mengkaji kebijakan melawan mafia tanah,” katanya.

“Banyak orang-orang miskin yang kena, Kita lihat kemarin di Teluknaga misalnya, itu kan luar biasa. Tanah dicaplok begitu saja, padahal itu tanah dari petani miskin,” imbuhnya.

Kasus Dino Patti Djalal tersebut menjadi salah satu pemantik adanya sikap tegas dari Presiden Jokowi untuk memberantas praktik mafia tanah tuntas sampai ke akar-akarnya.

 

Dukungan untuk menumpas mafia tanah

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung langkah tegas Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menumpas mafia tanah dengan menindak semua pihak yang terlibat dalam kasus mafia tanah.

“Kita tidak bisa terus membiarkan kasus mafia tanah terjadi. Mafia tanah harus diberantas untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat,” kata Bamsoet.

Menurut Bamsoet, mafia tanah yang harus diberantas mulai dari korporasi, broker tanah, makelar, penyandang dana hingga aparat pemerintah jika terbukti terlibat.

“Upaya penindakan terhadap mafia tanah, juga perlu diikuti dengan pembenahan sejumlah regulasi dalam pengurusan kepemilikan tanah,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang mendukung langkah Presiden Jokowi memberantas mafia tanah, dan meminta agar Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dibenahi.

“Saya melihat, yang perlu dibenahi adalah SDM. Kenapa? Karena masalah-masalah sertifikat ganda muncul karena oknum di Kementerian ATR/BPN,” katanya.

Senada disampaikan Anggota DPD RI asal Sulawesi Tengah Abdul Rachman Thaha, bahwa Kementerian ATR/BPN seharusnya fokus menguatkan penindakan terhadap oknum-oknum internal BPN.

“Masih banyak tanah di berbagai daerah bermasalah, belum lagi mafia-mafia tanah yang terkadang melakukan penerbitan sertifikat ganda itu dilakukan dengan berkerja sama oleh oknum BPN. Ini sebenarnya bukan masalah baru,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto mendukung langkah tegas Presiden Jokowi dan Polri untuk menumpas para mafia tanah, termasuk mengejar buronan tersangka mafia tanah Benny Tabalujan yang kabur ke Australia.

Benny Tabalujan  menjadi tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan sertifikat tanah seluas 7 hektare di Cakung, Jakarta Timur.

Menurut dia, kasus mafia tanah sangat merugikan tidak hanya bagi pemilik tanah yang sah, tetapi juga tanah-tanah yang akan digunakan oleh pemerintah untuk kepentingan proyek pembangunan infrastruktur.

Dugaan kongkalikong mafia tanah dengan oknum di pemerintahan, kata dia, membuat sindikat mafia ini bisa melakukan aksinya.

“Permainan mafia tanah ini bisa membuat proyek terhambat yang kerugiannya sangat besar. Mafia tanah biasanya tidak bekerja sendiri, tetapi melibatkan beberapa oknum pihak terkait sehingga penyidikannya akan memerlukan waktu yang cukup panjang. Modus operandinya juga terus berkembang,” ujarnya.

 

Polisi tangkap komplotan mafia tanah

Polda Metro Jaya bertindak cepat telah menangkap dan menetapkan tersangka 15 orang dalam penyelidikan kasus mafia tanah di Ibu Kota di mana salah satu korbannya adalah ibunda Dino Patti Djalal.

Salah satu dari 15 tersangka itu adalah Fredy Kusnadi (FK) yang ditangkap di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat  (19/2/2021) pagi.

“Fredy Kusnadi tadi pagi kita tangkap,” kata Kepala Sub Direktorat Harta dan Benda (Subdit Harda) di Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dwiasi Wiyatputera.

Dwiasi mengatakan Fredy Kusnadi ditangkap atas perannya membayar seseorang untuk menyamar dan melakukan transaksi jual beli terhadap rumah milik ibunda Dino Patti Djalal.

“Kita tangkap dulu namanya Aryani, berdasarkan keterangan dari Aryani kita dapatkan bahwa Fredi Kusnadi yang menyuruh dia, membayar Rp10 juta untuk menjadi figurnya Yurmisnarwati,” terang Dwiasi.

Penangkapan dan penetapan tersangka Fredi dilakukan setelah penyidik menemukan bukti keterlibatan dan pengakuan dari tersangka Aryani yang lebih dulu ditangkap oleh polisi.

“Setelah itu kita ikat lagi dengan alat bukti yang lain, adanya KTP palsu, kemudian ada hubungan komunikasi, dari situ kita lakukan gelar perkara, langsung kita tetapkan tersangka,” tambahnya.

Para tersangka ini diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau pemalsuan dan atau menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik dan atau pencucian uang, sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP, dan atau pasal 263 KUHP dan atau pasal 266 KUHP dan atau pasal 3,4,5 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Pencucian Uang.

Sebelumnya Dino Patti Djalal dalam cuitannya juga sempat menyebut nama Fredy Kusnadi sebagai salah satu mafia tanah yang mengincar rumah milik ibunya.

“Untuk diketahui, dalang sindikat Fredy Kusnadi juga terlibat dalam upaya penipuan sertifikat minimal dua rumah ibu saya lainnya, dan bukti-buktinya sangat jelas. Fredy juga bagian dari sejumlah dalang lain dalam komplotan mafia tanah ini.” kata Dino dalam cuitan di akun Twitternya.

 

Seluruh Polda bentuk Satgas Anti Mafia Tanah

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, mengungkapkan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) telah membentuk Satgas Anti Mafia Tanah untuk menumpas praktik mafia tanah di daerah.

Pembentukan Satgas Anti Mafia Tanah ini sebagai wujud keseriusan Polri dalam upaya menindak secara hukum para pelaku praktik mafia tanah.

“Polda telah membentuk Satgas Anti Mafia Tanah di tingkat provinsi, tentunya bekerja sama dengan Agraria atau Badan Pertanahan Nasional,” kata Kombes Pol Ahmad Ramadhan, Senin (22/2/2021).

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus mafia tanah di seluruh Indonesia.

Kapolri menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk bekerja secara maksimal dalam memproses hukum kasus mafia tanah.

Dia juga menegaskan kepada jajarannya untuk menindak siapa pun aktor intelektual di balik sindikat mafia tanah.

“Karena masalah mafia tanah menjadi perhatian Bapak Presiden, saya minta untuk jajaran tidak perlu ragu, proses tuntas, siapa pun beking-nya,” kata Kapolri.

Menurut dia, pemberantasan mafia tanah merupakan bagian dari program Polri Presisi atau pemolisian prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan

Genderang perang melawan mafia tanah telah dinyaringkan. Korban mafia tanah sudah banyak, saatnya untuk memberi mereka pelajaran.

Kepolisian sudah membentuk tim khusus Satgas Anti Mafia Tanah sebagai garda untuk memberangus dan menumpas para penjahat sindikat tanah itu tuntas sampai ke akar-akarnya.

Kini rakyat menunggu hasil perang. Apakah rasa keadilan untuk rakyat yang didapat. Ataukah para mafia tanah itu semakin kebal, lantaran perang tidak tuntas dan hanya setengah-setengah saja.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.