,

M Nuh Sebut Kebebasan Pers Jangan Diganggu Gugat

oleh -
M Nuh,Dewan,Pers,UU ITE,Kebebasan,Diganggu Gugat
Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menyatakan kebebasan pers tidak boleh diganggu gugat. (Antara)

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Ketua Dewan Pers M Nuh menyatakan perubahan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dapat dilakukan, namun kebebasan pers dan kebebasan berekspresi jangan sampai diganggu gugat.

Menurut Mantan Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Komunikasi Informatika itu, tidak apa-apa melakukan perubahan UU ITE agar sesuai perkembangan zaman.

“Yang penting bagi Dewan Pers, UU ini tidak apa diubah sesuai perkembangan zaman, tapi kebebasan pers tidak boleh diganggu gugat, kebebasan berekspresi tetap dijaga,” ujar M Nuh, dalam seminar yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) secara daring, Kamis (25/2/2021).

Kata dia, pembahasan Undang-Undang ITE menarik bila dilakukan dengan keterbukaan.

Keterbukaan pembahasan UU ITE dapat menimbulkan kenyamanan.

“Kalau proses pembentukan UU itu bisa melibatkan kita semua, itu menarik betul. Partisipasi publik jangan ditutup, karena itu menimbulkan rasa memiliki,” ucapnya.

M Nuh menganggap rasa memiliki suatu UU itu penting bagi masyarakat.

“Saya pahami, begitu pak Kapolri mau mengeluarkan SE Kapolri, kalau sudah minta maaf tidak perlu ditahan, orang pada bergembira semua. Jadi seandainya UU ITE dibuat aturan turunannya, saya kira tidak apa-apa,” katanya.

Untuk itu, dia menitipkan kepada pemerintah melalui lembaga legislatif yang saat seminar dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dan lembaga eksekutif yang dihadiri Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD agar dapat mengakomodasi perasaan memiliki tersebut.

“Tolong, negara ini bukan negara panjenengan tok, maka sama-sama kita buka pintu sehingga ikut semuanya, sehingga menghasilkan UU yang tidak aneh-aneh. Karena semua bersuara. Sehingga nyaman,” ucapnya. (Abdu Faisal/Ant/ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.