LPA Dukung Guru Cabul di Kabupaten Serang Dihukum Berat

  • Whatsapp
LPA Banten
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten, Muhammad Uut Lutfi

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten, Muhammad Uut Lutfi mendorong petugas kepolisian memberikan hukuman berat terhadap AJ (50), seorang guru SD yang tega mencabuli lima muridnya di Kabupaten Serang.

Untuk diketahui, pengajar yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut telah ditetapkan tersangka dan terancam hukuman 20 tahun penjara sesuai pasal 76E Jo Pasal 82 dan/atau pasal 76D Jo pasal 81 Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat mengecam keras terhadap oknum guru yang diduga melakukan pencabulan terhadap beberapa muridnya sendiri,” kata Uut, Jumat (28/2/2020).

LPA meminta hukuman AJ ditambah menjadi 1/3 (sepertiga) dari ancaman hukuman pidana 20 tahun penjara yang diberikan kepolisian. Sebab, seorang guru yang seharusnya mendidik dengan baik malah merusak masa depan muridnya.

“Mengingat yang diduga pelaku adalah oknum guru, hukumannya ditambah 1/3 dari ancaman pidana mengingat yang diduga pelaku berprofesi sebagai pendidik,” katanya.

BACA JUGA:

. Guru Cabul Kabupaten Serang Terancam 20 Tahun Bui

. Tega, Oknum Guru SD Cabuli Lima Muridnya

Kemudian, LPA meminta pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Serang bertanggungjawab atas peristiwa tersebut. Karena menurutnya, lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang paling aman untuk anak, malah menjadi tempat menyeramkan.

Sekolah sebarusnya memberikan edukasi kepada murid agar waspada dan berani untuk melawan apabila dalam ancaman, serta mengajarkan pendidikan seks sejak dini. “Mana yang boleh dipegang mana yang tidak boleh dipegang orang lain,” katanya.

Disampaikan Uut, LPA akan melakukan pendampingan hukum hingga persidangan dan memberikan layanan psikologis bagi murid yang menjadi korban aksi guru cabul tersebut. “Kami akan bekerjasama dengan HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) Provinsi Banten dan pihak lain yang konsen terhadap persoalan anak,” katanya.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.