Lokasi Penampungan Limbah Medis Milik RSIA Selaras Cikupa Dinilai Salah Tempat

  • Whatsapp
Penampungan limbah infeksius serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Selaras Bojong, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Lokasi penampungan limbah infeksius serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Selaras Bojong, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, dinilai belum ideal. Pasalnya, tempat menimbun peralatan medis bekas pakai itu berada di halaman depan gedung rumah sakit yang juga digunakan sebagai area parkir pengunjung dan keluarga pasien. 

Sementara di samping terlihat penampungan limbah itu terdapat sambungan pipa-pipa berukuran besar yang difungsikan sebagai Unit Pengolahan Air Limbah (UPAL), baik air sisa MCK maupun air bekas pencucian operasi. Parahnya lagi, tempat yang harusnya steril dari jangkauan manusia tanpa APD lengkap itu dijadikan sebagai tempat nongkrong oleh para pengunjung rumah sakit. 

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang diperoleh, lokasi penampungan limbah medis yang dinilai tidak semestinya itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Pihak rumah sakit seolah acuh terhadap potensi bahaya yang ditimbulkan oleh sampah beracun seperti virus dan bakteri berbahaya lainnya terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. 

Saat dikonfirmasi Redaksi24.com, Sabtu (21/11/2020), Staf bagian Kesehatan Lingkungan (Kesling) RSIA Selaras, Surti Ayu Setyaningsih mengatakan, keterbatasan lahan membuat pihaknya terpaksa membuat tempat penampungan limbah medis di halaman depan gedung rumah sakit. Meski tahu hal itu beresiko terhadap kesehatan, namun tak ada pilihan lain karena tidak ada lagi lahan bisa digunakan. 

BACA JUGA: Penanganan Limbah Medis RSU dan Puskesmas di Kabupaten Tangerang Belum Optimal

“Tidak ada lahan lagi makanya kami buat di depan. Kami tahu ini tidak boleh tapi tidak ada pilihan lain,” cetusnya 

Kendati demikian, meski berada di lokasi yang tidak sesuai namun tempat penyimpanan limbah medis itu masih dalam kategori aman. Pasalnya, dua kali dalam seminggu sampah medis seperti jarum suntik, botol bekas infusan, kain-kain kasa sisa persalinan dibawa oleh pihak ketiga untuk dimusnahkan. 

“Dalam sebulan sekitar 400 kilo yang dimusnahkan. Tapi sementara ini masih aman. Kami akan berupaya mencari solusi supaya tempat penampungannya dipindah,” katanya.

BACA JUGA: Warga Pasar Kemis Minta PT Xing Xing Pabrik Peleburan Baja Ditutup

Sementara itu Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Budi Khumaedi mengatakan penampungan sampah medis di RSIA Selaras belum ideal. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait tempat penyimpanan sampah medis yang dinilai salah tempat tersebut.  

“Pengawasan ada di Dinkes dan DLHK setiap 6 bulan selalu kami evaluasi soal limbah medis ini. Nanti saya koordinasikan dengan Kesling,” tukasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.