LKM Artha Kerta Raharja Bantah Selewengkan Dana Stimulan COVID-19 

oleh -
LKM Artha Kerta Raharja Bantah Selewengkan Dana Stimulan COVID-19 
Press Converence yang digear LKM Artha Kerta Raharja terkait adanya dugaan penyelewengan Dana Stimulan COVID-19. 

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM-Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT. LKM Artha Kerta Raharja (AKR), Kabupaten Tangerang, Edi Junaedi membantah pihaknya tidak menyalurkan bantuan dana stimulan COVID-19 akhir tahun 2020 berupa pengurangan (Relaksasi) bunga sebesar Rp 2,7 miliar. Hal tersebut disampaikannya Edi saat menggelar press converence dengan sejumlah media di ruang rapat gedung Cituis, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Kamis (6/1/2022).

Edi mengaku, pihaknya sudah menyalurkan bantuan subsidi bunga kepada 1.169 nasabah yang memenuhi syarat sesuai petunjuk pelaksanaan program serta dilakukan verifikasi oleh tim Pemerintah Kabupaten Tangerang dari total 2.210 yang menjadi nasabah LKM AKR. 

“Bantuan sudah disalurkan, memang hanya nasabah yang pembayaranya lancar yang dapat subsidi,” kata Edi.

BACA JUGA: Duh, Diduga Oknum Pejabat BUMD di Kabupaten Tangerang Selewengkan Dana Stimulan COVID-19 Senilai Rp2,7 M  

Edi menjelaskan mekanisme penyaluran bantuan subsidi bunga dilakukan  melalui transfer dari Bank BRI ke masing-masing langsung Virtual Account (VA) nasabah LKM AKR. Dirinya pun memastikan nilai bantuan tersebut seluruhnya telah masuk ke buku tabungan dengan nilai yang sama pada Virtual Account BRI dan tabungan nasabah. Namun saja pihaknya mengaku keterbatasan untuk melakukan sosialisasi secara langsung karena dalam masa pandemi COVID-19.

BACA JUGA: Penggiat Anti Korupsi Minta Kejaksaan Tangani Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Stimulan COVID-19 di Salah Satu BUMD Kabupaten Tangerang 

“Sudah dipastikan masuk ke buku rekening masing-masing, karena ini bukan bantuan tunai, mungkin nasabah belum tahu. Dan semua pencairan dilakukan di bulan Desember 2020 lalu,” ujarnya.

BACA JUGA: Nasabah LKM Artha Kerta Raharja Terus Bermunculan Pertanyakan Subsidi Bunga COVID-19

Lanjutnya, tidak memungkinkan adanya penyimpangan penyaluran dana bantuan oleh pengurus maupun admin LKM AKR, pasalnya penarikan tabungan hanya bisa dilakukan oleh nasabah dan itupun untuk auto debet kewajiban angsuran.

“Kita (LKM AKR_red) ga mungkin bisa narik, karena buku tabungan yang pegang nasabahnya sendiri. Bisa ditunaikan, tapi kalau kreditnya udah lunas,” paparnya.

Namun begitu menurut Edi pihaknya tidak memungkiri kemungkinan terjadinya penarikan fraud (kecurangan) di LKM AKR. Namun hingga saat ini  dari hasil pengamatannya belum menemukannya. Semua sesuai mekanismes yang ditetapkan bupati sesuai juklak dan juknis  yang ditetapkan Bupati melalui Perbup (Peraturan Bupati).

“Pengamatan kami tidak menemukan itu semua sesuai mekanismes yang ditetapkan Bupati sesuai juklak dan juknis  yang ditetapkan bupati dalam Perbup,” pungkasnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.