Litbang Kemenkes Sebut Obat Tradisional Tak Bisa Gantikan Peran Vaksin Corona

  • Whatsapp
Akhmad Saikhu

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Penemuan vaksin virus corona (Covid-19) terus ditunggu masyarakat Indonesia dan dunia hingga proses pembuatannya mendapat perhatian publik luas, di tengah upaya itu penelitian obat tradisional juga dilakukan oleh berbagai pihak guna membantu proses penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Akhmad Saikhu,  mengatakan  satu-satunya obat anti virus adalah vaksin yang saat ini masih dalam proses. Oleh karena itu, penggunaan obat tradisional / jamu tidak dapat menyembuhkan penderita virus Corona.

Bacaan Lainnya

“Obat tradisional adalah untuk komorbit Covid-19, artinya bisa dipergunakan untuk meringankan gejala-gejala penyerta. Dengan demikian tidak bisa menggantikan vaksin,”ujar  Akhmad Saikhu di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Jakarta, Rabu.

Obat tradisional, menurut Akhmad, terdiri dari tiga kategori yaitu jamu, obat herbal terstandarisasi serta fitofarmaka. Obat-obat tersebut juga harus memenuhi syarat seperti tidak menimbulkan efek samping dan tidak mengganggu fungsi hati ataupun ginjal.

BACA JUGA:Legislator Minta Pemerintah Pastikan Vaksin dari Cina Aman Diujicobakan

adan Litbang Kesehatan Kemenkes sudah mengeluarkan  daftar ramuan jamu yang dapat dikonsumsi secara langsung sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan.

Bagi masyarakat yang memang sudah terbiasa mengkonsumsi jamu, diimbau untuk tetap meneruskan mengkonsumsi jamu apabila jamu tersebut dapat meningkatkan daya tahan tubuh atau meringankan gejala penyakit. “Untuk masa-masa COVID-19 ini, justru ditingkatkan saja takarannya,” tambahnya.

Di lain pihak, Direktur Standarisasi Obat Narkotika, Psikotropika, Prekusor dan Zat Adiktif, Togi Junuce, menegaskan,  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga bertugas untuk memastikan kelayakan obat tradisional. Jamu atau obat tradisional haru memenuhi persyaratan aspek khasiat, aspek keamanan serta aspek kualitas.

Terkait dengan obat tradisional yang marak di pasaran harus mendapatkan izin dari BPOM.Kata Togi, masyarakat seyogianya melakukan pengecekan pada kemasan, label, nomor izin edar, serta tanggal kedaluwarsa. Apabila masih terdapat keraguan terhadap suatu produk, masyarakat dapat menghubungi contact center BPOM. (Agung).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.