Limbah PT Mayora Diduga Cemari Sumur Warga Jayanti

oleh -
Limbah PT Mayora Diduga Cemari Sumur Warga Jayanti kabupaten tangerang anak sungai cidurian
Warga menyebut, pabrik produksi makanan dan minuman itu telah membuang limbah cair melalui saluran drainase hingga mengalir ke Anak Sungai Cidurian.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Belakangan ini warga sejumlah kampung di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, merasa resah. Sebab, air tanah dari sumur mereka berwarna keruh dan berbau tidak sedap.

Warga menduga sumur-sumur air tanah mereka telah tercemar limbah cair dari salah satu pabrik yang berada di Jalan Raya Serang-Balaraja, Kecamatan Jayanti. Warga menyebut, pabrik produksi makanan dan minuman itu, telah membuang limbah cair melalui saluran drainase hingga mengalir ke Anak Sungai Cidurian.

M Ikbal (47), salah satu warga Kampung Pabuaran, Kecamatan Jayanti mengaku pernah memergoki pekerja perusahaan yang dikenal warga dengan nama PT Mayora Indah Jayanti (MIJ) itu, sedang mengawasi pembuangan limbah cair pada malam hari.

“Saya sering melihat, biasanya dialirkan melalui gorong-gorong pada tengah malam, yang tembus ke Anak Sungai Cidurian. Kalau bukan dari PT Mayora darimana lagi? Sebab cuma ada pabrik Mayora di situ,” ungkap M Ikbal kepada Redaksi24.com, Sabtu (2/10/2021).

BACA JUGA: AMPUH Desak Mabes Polri Tindak Pabrik Pengepul Limbah B3 Ilegal di Teluk Naga

Menurut pria yang akrab disapa Ikbal itu, di sekitar lokasi pembuangan limbah cair PT MIJ menimbulkan aroma yang tidak sedap. “Bahkan air sumur warga menjadi keruh dan ikut bau,” ujar Ikbal sambil menunjuk ke arah lokasi saluran pembuangan limbah yang disebutnya milik PT Mayora itu.

Senada diungkapkan Ahmad dan Sukmah, warga Kampung Jeret dan Kampung Pabuaran, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, perbatasan dengan Kecamatan Jayanti. Keduanya juga menyebut aktivitas pembuangan limbah cair dilakukan PT Mayora pada malam hari.

“Terkadang suka ada securty ikut ngawal pembuangan limbah, kami cuma kebagian bau yang menyengat,” ungkap Ahmad yang dibenarkan Sukmah saat ditemui di lokasi dekat tempat pembuangan limbah.

Menurut keduanya, yang paling terdampak pencemaran limbah itu yaitu lingkungan warga Kampung Jeret, Kampung Keramat, Kampung Jatake dan Kampung Pabuaran Kecamatan Jayanti dan Balaraja.

Sementara itu, Camat Jayanti Kabupaten Tangerang, Yandri Permana mengakui dugaan pencemaran limbah PT Mayora terhadap sumber air sumur warga sudah terjadi beberapa bulan lalu.

“Warga mengeluhkan adanya perubahan warna air kali dan bau tak sedap, serta air sumur yang juga keruh. Sudah kami laporkan ke DLHK Kabupaten Tangerang,” kata camat.

Yandri juga menyebut, pihak DLHK telah beberapa kali melakukan uji laboratorium terhadap kualitas air sumur warga. Saat ini, kata dia, DLHK sedang mencari sumber pencemaran limbah tersebut.

“Kami hanya memantau, karena kewenangan ada di DLHK,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi, terlihat limbah cair yang diduga berasal dari PT Mayora mengalir melewati saluran air atau drainase. Saluran pembuangan limbah itu melintasi beberapa perkampungan warga dan bermuara ke Anak Sungai Cidurian yang melintasi Kecamatan Jayanti dan Balaraja.

Sampai kini belum ada penjelasan resmi dari PT Mayora Indah Jayanti terkait dugaan pencemaran limbah tersebut. Manajemen perusahaan makanan dan minuman tersebut belum merespon pesan yang disampaikan wartawan melalui whatsapp.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.