Lima Pabrik di Lebak Gulung Tikar karena Dampak Covid-19

  • Whatsapp
Kepala Bidang Hubungan Industri Disnakertrans Lebak, Muhtar Mulia H.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Penyebaran Virus Corona berdampak besar pada dunia usaha di Kabupaten Lebak. Terbukti dengan adanya 5 perusahaan yang gulung tikar karena dampak dari virus yang membahayakan itu.

Kepala Bidang Hubungan Industri (HI) Disnakertrans, Lebak, Muhtar Mulia H mengatakan, dari 230 perusahaan yang tersebar di Kabupaten Lebak, lima diantaranya tutup, dengan rincian 2 perusahaan sudah tidak berproduksi sama sekali dan 3 perusahaan masih beproduksi untuk menghabiskan bahan baku yang tersisa.

Bacaan Lainnya

Kedua perusahaan yang sudah tidak berproduksi sama sekali adalah PT Balaraja Sembada yang mencetak upper sepatu saldal, dan PT Bintang Sinema Rangkasbitung. Sedangkan 3 perusahaan yang saat ini beroperasi hanga dibidang produksi yaitu, PT Aplus Pasific, PT Toyo Mirai Indonesia, dan PT Parako Ekatama

” Ada 5 perusahaan yang melapor kepada kami, 2 diantara sudah tutup, sementara 3 lainnya masih melakukan produksi. Mungkin menghabiskan sisa bahan baku yang tersedia,” kata Muhtar kepada Redaksi24.com, Selasa (21/4/2020).

BACA JUGA;

Hadapi Industri 4.0, Koperasi di Lebak Dituntut Untuk Beradaptasi

Ia menuturkan, ditutupnya 5 perusahaan tersebut dikarenakan ketidaktersediaannya bahan baku produksi, dan sepinya permintaan pasar. Akibatnya, terdapat 255 karyawan yang dirumahkan dari kelima perusahaan tersebut.

” Ini data dinamis, dan akan terus mengalami perubahan. Bisa jadi akan bertambah karena minimnya permintaan pasar,,” tuturnya.

Ia mengatakan, para karyawan yang di rumahkan akibat perusahaannya bangkrut dapat mengajukan untuk mendapatkan kartu pra kerja.” Para karyawan dapat mendaftarkan dirinya masing-masing untuk mendapatkan kartu pra kerja dengan datang langsung ke kantor Disnakertrans. Pasti akan kami layani,” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.