Libur Lebaran, Dispar Pandeglang Batalkan Buka Objek Wisata

  • Whatsapp
dispar pandeglang
Pantai, salah satu destinasi wisata Kabupaten Pandeglang, Banten.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Rencana Dinas Pariwisata (Dispar) Pandeglang untuk membuka objek wisata pada libur lebaran, nampaknya dibatalkan lagi. Pembatalan itu mengingat banyaknya kritikan dari berbagai pihak atas rencana tersebut lantaran pandemi covid-19 belum berakhir.

Sebelumnya, semua objek wisata di Pandeglang ditutup guna menghindari penyebaran wabah covid-19 melalui jalur pariwisata. Namun, beberapa hari lalu, Dinas Pariwisata Pandeglang, berencana akan membuka lagi objek wisata tersebut pasca Lebaran Idul Fitri, Rencana itu menuai banyak kritikan dari berbagai kalangan.

Bacaan Lainnya

Kini Dispar Pandegglang telah membatalkan rencana pembukaan destinasi wisata tersebut, dengan membuat Surat Edaran (SE) bernomor 556/136-Dispar/ 2020 tentang pembatalan pembukaan destinasi wisata sampai dengan masa status pandemi covid-19 dinyatakan berakhir.

Kepala Dinas Pariwisata Pandeglang, Asmani Raneyanti mengatakan, pembatalan itu menindak lanjuti SE Bupati Pandeglang, tentang pencegahan penyebaran covid-19 di Pandeglang, dan mempertimbangkan berbagai saran dan masukan dari berbagai pihak.

“Mengingat kewaspadaan diri dengan berprilaku hidup sehat di berbagai tempat, serta menghindari keramaian dan perjalanan tidak penting. Diharapkan seluruh pengelola wisata di Pandeglang, mengikuti SE itu,” ungkap Asmani, melalui pesan singkatnya, Senin (25/5/020).

Menanggapi hal tersebut, aktivis GMNI Pandeglang, Maulana Yusuf Amrullah menilai, membuka kembali objek wisata salah satu kebijakan yang gegabah. Sebab pandemi covid-19 belum berakhir.

Jadi menurut dia, pembatalan rencana pembukaan objek wisata itu lebih baik, karena kebijakan Dipasr sebelumnya yang akan membuka objek wisata pada masa pandrmi covid-19 sangat bertentangan dengan skema pemerintah pusat.

“Kebijakan pemerintah pusat itu harus menjadi landasan ketika pemerintah daerah mengeluarkan sebuah kebijakan. Karena ketika tempat wisata dibuka, pasti banyak kerumunan orang, maka pembatalan itu lebih baik daripada memaksakan untuk membuka kembali objek wisata pada masa pandemi covid-19 belum usai,” ujarnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.