Legislator: Pemerintah Harus Lindungi Pasar Rakyat yang Kini Jadi Cluster Penularan COVID-19

  • Whatsapp
Nevi Zuairina, Legislator Komisi VI DPR RI

JAKARTA, REDAKSI24.COM –Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina meminta pemerintah agar melindungi pasar tradisional sebagai pusat perekonomian rakyat yang kini kondisinya membutuhkan perhatian lantaran menjadi cluster baru penyebaran Covid-19.

Nevi  juga menyayangkan pasar-pasar tradional sebagi sentra niaga dan pergerakan ekonomi kerakyatan saat ini mengalami sepi pengunjung akibat terkena dampak hebat pandemi  .

Bacaan Lainnya

“Tentu  para pedagang pun merasa sangat terpukul karena masyarakat jadi takut berbelanja, pasar rakyat akhirnya sepi. Terlebih lagi muncul imbauan pemerintah agar masyarakat tetap di rumah. Kondisi ini jelas berdampak anjloknya pendapatan para pedagang di pasar rakyat, perekonomian pun ambruk,” ujar Nevi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Politisi PKS ini mengingatkan pemerintah untuk memberi perhatian lebih kepada pasar rakyat agar tetap bisa miliki daya saing di tengah pandemi. Sebab pasar rakyat merupakan  penggerak ekonomi kerakyatan.  Nevi mendorong pemerintah agar dapat melindungi pasar rakyat, selain harus memastikan berjalannya protokol kesehatan secara ketat di pasar rakyat.

“Perhatian pe,erintah  bisa dilakukan  dengan merealokasikan anggaran. Suntikan dana ke BUMN bisa ditunda dahulu,  alihkanlah untuk mendukung pasar rakyat. Berikan insentif fiskal dan non fiskal yang efektif serta tepat sasaran bagi pedagang pasar rakyat yang terdampak pandemi,”ujarnya.

Legislator Dapil Sumatera Barat II ini menilai, penegakan hukum secara konsisten kepada para pelanggar protokol kesehatan di pasar rakyat juga tetap harus dilakukan, karena memang masih banyak masyarakat mengabaikan penggunaan masker, tidak jaga jarak. Namun tidak dengan sanksi yang memberatkan.

“Campur tangan pemerintah dalam melindungi pasar rakyat harus ada progress, aktivitas transaksi jual beli lancar disertai  protokol kesehatan yang tetap diterapkan secara disiplin,” tutup Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sumatra Barat ini. (Agung/Jaya).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.