Legislator Tolak Wacana Penggabungan BUMN Pariwisata dengan Holding Aviasi

  • Whatsapp
Evita Nusanty
Anggota Komisi VI DPR RI, Evita Nursanty

JAKARTA, REDAKSI24.COM—Anggota Komisi VI DPR, Evita Nursanty, menolak  wacana penggabungan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Pariwisata  dengan  holding BUMN penerbangan atau aviasi karena berbeda bidang garapan pekerjaan.

Anggota komisi yang antara lain membidangi BUMN ini  keberatan dengan wacana itu. Malah  dia menyarankan kedua sektor industri di BUMN, yakni  penerbangan dan pariwisata, dipisah.

Bacaan Lainnya

Dia menilai, kedua sektor tersebut  berbeda bidang garapan karena tidak seperti Holding Pupuk , Perkebunan atau Semen yang relatif seragam. “Pendapat saya adalah, sebaiknya BUMN pariwisata tidak digabungkan dengan holding aviasi. Sebab implementasi kerjanya berbeda,”demikian alasan Evita Nursanty, dalam keterangannya,  di Jakarta, Rabu.

Industri pariwisata merupakan sektor terbesar kedua dalam menghasilkan devisa maupun total revenue serta memiliki peran besar dalam pembangunan Indonesia. “Ada baiknya BUMN Pariwisata dijadikan holding sendiri, kita butuh konsolidasi, kita butuh pariwisata tetap terdepan,”jelasnya.

Baginya, pariwisata merupakan lokomotif pembangunan ekonomi sekaligus pendorong  sektor lainnya. Dengan demikian, lanjut Legislator dari salah satu Dapil di Jawa Tengah  ini, sektor pariwisata harus mendapat dukungan dari semua sektor transportasi, termasuk sektor penerbangan. Sebab. hal itu memang diperlukan guna menyelamatkan perekonomian Indonesia yang memang mengandalkan sektor pariwisata.

Masih menurut Evita Nursanty, salah satu alasan untuk menggabungkan BUMN pariwisata masuk Holding Aviasi adalah untuk menarik pasar yang lebih luas. Namun  dengan menjadi holding tersendiri pun upaya BUMN pariwisata meraih pasar yang lebih luas bisa dilakukan.

Evita Nursanty juga berharap BUMN pariwisata bisa makin bebas bergerak dan inovatif dalam menghadapi tantangan regional dan global yang makin kompetitif.

Sebelumnya pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Mohammad Faisal menilai positif wacana untuk menyatukan BUMN penerbangan dan pariwisata. Menurut Direktur Eksekutif Core itu, sektor penerbangan mempunyai implikasi yang penting bagi perkembangan pasar wisata.

Penerbangan juga membuka peluang bagi peningkatan sektor-sektor ekonomi yang berhubungan dengan kepariwisataan. Maka itu, lanjutnya, sektor penerbangan dan pariwisata harus dapat lebih terintegrasi agar dapat saling mendukung mengingat hubungan sektor itu berlaku dua arah di mana keduanya saling mempengaruhi. (Agung/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.