Legislator Minta Pemerintah Pastikan Vaksin dari Cina Aman Diujicobakan

  • Whatsapp
Anggota Komisi IX Netty Prasetiyani

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani meminta  pemerintah untuk memastikan vaksin virus corona produksi perusahaan farmasi Sinovac dari Cina aman untuk diujicobakan.

Pasalnya terhadap vasin tersebut akan dilakukan uji klinis  mulai  Agustus ini kepada 1.620 relawan. Seperti dilaporkan  Kepala Bagian Komunikasi Perusahaan Bio Farma, Iwan Setiawan bahwa  sebanyak 2400 unit vaksin tersebut telah tiba di Indonesia. Bio Farma akan melakukan uji klinis fase III, sedangkan fase I dan II sudah dilakukan di Cina.

Bacaan Lainnya

Atas hal itu  Netty Prasetiyani mengingat pemerintah agar memastikan terlebih dahulu bahwa vaksin tersebut aman untuk diujicobakan.

“Apabila sudah lakukan uji coba fase I dan II, datanya harus transparan dan jangan ditutup-tutupi. BPOM Cina pernah mengumumkan ada sejumlah vaksin di bawah standar yang diproduksi dan diedarkan ke masyarakat. Ini jelas akan berbahaya apabila digunakan kepada anak-anak. Kita harus mengantisipasi hal tersebut agar jangan terjadi di Indonesia,” ujar  Netty melalui rilis resmi, di Jakarta  Senin (3/8/2020).

Ditegaskan, proses produksi dan pengedaran vaksi harus benar-benar dipastikan sudah sesuai standar WHO dan jangan sampai ada yang dilewatkan. Sebab vaksin yang cacat produksi atau di bawah standar pasti tidak aman dan membawa  resiko tinggi pada penggunanya.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuturkan,  berdasarkan standar WHO, vaksin harus melalui uji coba sebelum diedarkan ke masyarakat. Pengujian di laboratorium pada hewan percobaan meliputi uji keamanan, immunogenic, dan efikasi. Sedangkan uji klinis pada manusia dilakukan sebanyak tiga fase.

Selain itu pemerintah harus bisa menjelaskan kepada masyarakat mengapa vaksin Covid-19 buatan perusahaan Sinovac yang dipilih untuk diujikan di Indonesia.

“Mengapa dari Cina yang diujikan? Sedangkan banyak produsen serta negara lain membuat vaksin Covid-19. Tentu pemerintah harus menjelaskan permasalahan ini kepada masyarakat dengan komunikasi yang baik. Jangan sampai tersebar berita yang menyatakan keraguan masyarakat atas tidak amannya vaksin tersebut. Jika memang aman dan prosesnya sesuai standar WHO, publikasikan datanya secara transparan. Jangan biarkan publik curiga dan menduga-duga ada sesuatu dalam pengujian vaksin tersebut,” tandas Netty. (Agung/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.