Lebak Siap Perpanjang PSBB Dengan Tidak Memberlakukan Penyekatan Keluar-Masuk Transportasi

  • Whatsapp
Bupati lebak
Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya.

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya mengatakan Kabupaten Lebak siap menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Lebak sesuai dengan keputusan Gubernur Banten, Wahidin Halim yang memperpanjang masa  PSBB di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi tersebut.

“Kalau kita sudah siap, bahkan dari awal kita telah minta Kereta untuk ditutup sementara. Kalau misalkan Pak Gubernur akan melakukan PSBB secara keseluruhan maka harus terlebih dahulu suratnya ke Pemerintah Pusat, kemudian dari Satgas Covid-19 akan mengeluarkan keputusan disetujui atau tidak. Kalau misalkan keputusan Pak Gubernur seperti itu, manga ajukan ke pusat, kita Kabupaten/Kota akan mengikuti,” kata Bupati Lebak  usai menghadiri Rapat Paripurna di Ruang Paripurna DPRD Lebak, Senin (7/9/2020).

Bacaan Lainnya

Iti mengatakan, untuk saat ini sambil menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat terkait persetujuan PSBB, pihaknya akan mengoptimalkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 28 Tahun 2020, tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Katanya, jikapun disetujui, pihaknya tidak akan melakukan penyekatan sarana transportasi umum yang masuk dan keluar wilayah Kabupaten Lebak.

Menurutnya, pencegatan sarana transportasi akan percuma dilakukan jika tingkat kesadaran dan kedisiplinan masyarakat masih kurang. Pihaknya juga ingin penggunaan anggaran Covid-19 secara maksimal, dengan menggunakan anggaran penjagaan pada pos penyekatan ke pos yang lain.

BACA JUGA: Astaga, Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Lebak Hari Ini Bertambah 18 Orang

“Penyekatan juga percuma jika masyarakat tidak disiplin. Jadi saya berkali-kali bilang bahwa Covid ini ada dan nyata, maka tolong berikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak berkumpul terlebih dahulu, jika kangen cukup Video Call saja,” kata Iti. 

Dirinya berharap seluruh elemen lapisan masyarakat dapat bersinergi dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan cara mematuhi protokol kesehatan seperti, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan juga menghindari kerumunan.

BACA JUGA: Kasus Positif Covid-19 di Lebak Meningkat Tajam, Iti Sebut 14 Diantaranya Berasal Dari Klaster Keluarga

“Kita mengoptimalkan Perbub 28 yang juga mengatur pembatasan kerumunan massa. Sanksinya lebih tegas,  bukan hanya teguran, tapi juga sanksi  administratif perorangan berupa denda Rp150 ribu, dan pengelola tempat umum Rp25 juta. Kita harap masyarakat dapat patuh terhadap Perbub ini, katanya.

Seperti diketahui, keputusan Gubernur Banten memperpanjang masa PSBB di provinsi tersebut menyusul melonjaknya kasus Covid-19 yang menyebabkan beberapa daerah masuk dalam Zona Orange, termasuk Kabupaten Lebak. (Yusup/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.