Lebak dan Pandeglang Jadi Fokus Penanganan Bencana

oleh -
BPBD Banten
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banten, Muhammad Juhriyadi.

KOTA SERANG,  REDAKSI24.COM – BPBD Provinsi Banten sudah memetakan daerah dengan kerawanan bencana yang cukup tinggi, yakni Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Kedua daerah itu menjadi fokus penanganan kerawanan bencana mengingat letak geografisnya yang dekat dengan laut lepas dan pegunungan.

“Berdasarkan hasil penelitian para ahli, kerawanan wilayah Banten akan terjadinya gempa tektonik itu cukup tinggi, sehingga belajar dari pengalaman yang pernah terjadi sebelumnya, kedua daerah itu menjadi fokus penanganan antisipasi bencana alam,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banten, Muhammad Juhriyadi, Senin (24/12/2019).

Langkah antisipasi yang dilakukan BPBD Provinsi, kata dia, salah satunya membuat jalur evakuasi di beberapa titik. Di setiap sudut jalur ini ada petunjuk arah evakuasi, sehingga masyarakat yang terdampak bencana mengetahui kemana mereka akan menyelamatkan diri.

“Jalur ini di beberapa titik sudah kami buat, tapi belum semua titik ada jalur evakuasinya,” katanya.

BACA JUGA:

. Minimalisir Potensi Bencana, Pemrov Banten Bakal Naikan Pajak Air Tanah

. Jelang Nataru, PLN Pastikan Pasokan Listrik di Banten Aman

. Masyarakat Diminta Tidak Hura Hura, Gubernur Berharap Nataru di Banten Aman

Juhri mengaku, pembuatan jalur evakuasi ini merupakan usulan dari Pemda setempat, sedangkan peran BPBD hanya sebagai pelaksana. Karena itu pihaknya berharap setiap kecamatan dan desa bisa mengusulkan pembuatan jalur evakuasi kepada Pemda setempat, sehingga bisa ditindaklanjuti.

“Jalur ini kan bukan milik Pemda atau BPBD, tetapi milik masyarakat. Kami hanya menyediakan sarana teknis dan kajian terhadap lokasi yang akan dijadikan jalur evakuasi,” ujarnya.

Juhri melanjutkan, tepi pantai laut mempunyai panjang sekitar 500 KM. Jika dipasang sirene sesuai standar, membutuhkan sekitar 250 unit sirene, karena setiap sirene jarak dengarnya sekitar 2 KM, sementara anggaran belum mampu untuk melakukan hal itu. Sehingga ada solusi lain yang dilakukan selain pemasangan sirene.

“Di beberapa titik sudah kami pasang. Peralatan pendeteksi gempa juga sudah kami perbaiki dan sudah beroperasi sebagaimana mestinya,” katanya.

Di Kabupaten Lebak tempat wisata negeri di atas awan yang sedang naik daun untuk saat ini belum bisa dikunjungi lantaran rawan longsor. Untuk mengantisipasi terjadinya korban, pihak Pemda untuk sementara menutup tempat wisata favorit anak muda itu. (Luthfi/Difa)