LBH UMT Layangkan Surat Somasi Terakhir ke Kepala Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang

  • Whatsapp
SMAN 30 Kabupaten Tangerang

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM–Tim Advokat pada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) kembali melayangkan surat keberatan dan penolakan (somasi) kepada Kepala Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang. Surat somasi tersebut terpaksa diberikan karena pihak sekolah tidak memberikan tanggapan atas surat sebelumnya yang berisikan keberatan dengan   dikeluarkannya SK pendemisioneran kepengurusan Komite Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang sebagai kliennya  oleh Kepala Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang.

“Ini upaya non litigasi terakhir kami, jika tetap tidak juga ditanggapi maka kami akan mengajukan gugatan ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara),” tegas Direktur LBH UMT, Gufroni. S.H.,M.H.

Bacaan Lainnya

Selain telah mengajukan somasi terakhir, Gufroni juga mengaku pihaknya telah melaporkan kasus ini kepada Kepala Dinas Pendidikan Banten serta Dewan Pendidikan Banten.  Gufroni berharap baik Dinas Pendidikan Banten serta Dewan Pendidikan Banten memberikan tindakan tegas atas adanya pelanggaran Permendikbud RI No 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah yang dilakukan kepala sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang. 

“Kami ingin Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Banten turun tangan terhadap kasus ini agar Kepala Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang  memberikan dan mengembalikan hak-hak Klien Kami (Komite Sekolah-red)” ujar Gufroni.

Sebelumya, Ketua Komite Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang  H.Durahman mengatakan penunjukan tim advokasi dari LBH UMT ini terpaksa dilakukan pihaknya demi mendapatkan keadilan dan kepastian hukum. Pasalnya keputusan yang dilakukan kepala sekolah tersebut telah melanggar Permendikbud no 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah.

“Kami telah diangkat secara sah pada tanggal 1 Februari 2020 oleh kepala sekola yang lama dengan nomor SK 421.3/II/II/SMAN30/2020. Namun tiba-tiba tanpa berdiskusi Kepala Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang yang baru, pada tanggal 20 November 2020 lalu mendemisionerkan para komite sekolah dengan SK Nomor 421.3/53/SMAN 30/XI/2020,” jelasnya H. Durahman.

Menurut H. Durahman upaya hukum ini juga dilakukan bukan semata-mata ingin mempertahankan jabatan sebagai Komite Sekolah tetapi para pengurus ingin memulihkan nama baik mereka. Karena menurut H. Durahman, sesuai aturan yang tercantum dalam Permendikbud no 75 tahun 2016, pasal 8 angka 1 dijelaskan bahwa masa jabatan keanggotaan Komite Sekolah paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat dipilih kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan. Dan di Pasal 8 angka 2 dijelaskan bahwa dengan gamblang  jika hanya ada 4 alasan keanggotan Komite Sekolah berakhir, yakni mengundurkan diri, meninggal dunia, tidak dapat melaksanakan tugas karena berhalangan tetap dan atau dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Dari situ saja jelas, saya selaku Ketua Komite beserta jajaran Komite tidak melakukan ke 4 unsur alasan berakhirnya keanggotan. Jadi tidak seharusnya ada penggantian struktur komite. Jika kami berdiam diri maka kami termasuk di antara alasan-alasan yang dapat memberhentikan jabatan komite sekolah,” tegas.H. Durahman.   

Salah seorang Anggota Komite Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang, Agus F Hidayat menambahkan dirinya menduga pemberhentian itu diduga karena sikap kritis komite yang mendorong pembenahan keterbukaan di sekolah.

Sebelum terjadi pemberhentian, lanjut  Agus, pihaknya beberapa kali meminta untuk berdialog membahas program dan kegiatan, mengkonfirmasi peminjaman aset yang akan digunakan proses belajar mengajar peserta didik serta menyangkut keuangan yang belum ada laporan pertanggungjawaban. 

“Hingga saat ini tupoksi selaku komite sekolah belum mendapat respons dari kepala sekolah.Tentu ini menjadi sebuah pertanyaan besar, komite sekolah sebagai representatif dari orangtua/wali murid yang seharusnya menjadi mitra dalam mewujudkan sekolah yang diharapkan, namun kepala sekolah diajak berdialog saja selalu mengelak dan tidak memberikan respon yang baik,” tegas Agus. (Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.