Lapas Kota Cilegon Rumahkan Ratusan Narapidana

  • Whatsapp
Lapas Cilegon
Lapas Kota Cilegon melakukan pendataan kepada Napi yang mendapat program asimilasi menyusul pandemi Covid-19.

KOTA CILEGON, REDAKSI24.COM – Sebanyak 199 narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Cilegon telah dijadikan tahanan rumah. Mereka mendapatkan program asimilasi dan integrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi MAnusia (Kemenkum HAM) RI menyusul pandemi Covid-19.

Kepala Lapas Kelas IIA Kota Cilegon, Masjuno mengatakan, pembebasan para Napi guna menindaklanjuti Peraturan Menkum HAM RI Nomor 10 Tahun 2020 tentang persyaratan pemberian asimilasi dan hak mendukung bagi napi dalam perlindungan dan penanggulangan Covid-19 Lapas Kelas IIA Cilegon.

Bacaan Lainnya

Pembebasan para Napi juga berdasarkan Keputusan Menkum dan HAM Nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19.

“Kami sudah melaksanakan asimilasi bagi sebanyak 199 orang, dan masih akan terus kami tingkatkan,” kata Masjuno kepada wartawan, Senin (6/4/2020).

Berdasarkan data, lanjut Masjuno, warga binaan Lapas Cilegon yang layak mendapatkan program asimilasi sebanyak 231 orang. Namun tentunya, kata dia, asimilasi itu diberikan bagi mereka yang telah memenuhi persyaratan sesuai aturan Permenkumham.

Syarat tersebut diantaranya, narapidana yang 2/3 masa pidananya jatuh sampai 31 Desember 2020 dan anak yang 1/2  masa pidananya jatuh sampai dengan 31 Desember 2020. Masjuno menjelaskan, surat asimilasi diterbitkan Kalapas. Sedangkan pembebasan anak melalui integrasi.

“Yaitu pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti meminta bebas dilakukan dengan perlindungan yang kurang lebih sama dengan asimilasi,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, program asimilasi dan integrasi ini tentu melibatkan pengawasan dan pengawasan itu akan dilaksanakan di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Serang. “Wilayah kerja kami untuk pengawasan ada di Bapas Serang. Dalam asimilasi tidak ada jaminan, tapi ada syarat administrasi, salah satunya surat pernyataan,” jelasnya.

BACA JUGA:

. Tidak Ada yang Positif, PDP dan ODP Covid-19 di Kota Cilegon Semakin Berkurang

. Bawaslu Kota Cilegon Nonaktifkan Panwaslu Kecamatan

. Pemkot Cilegon Sebar Wastafel Portabel ke Pasar dan Ruang Publik

Ia juga menjelaskan, asimilasi bedanya ini dilakukan di rumah sampai dengan dimulainya integrasi yang terdiri dari pembebasan bersyarat, izin bebas, dan cuti bersyarat. Usulan pembebasan disetujui melalui sistem basis data pemasyarakatan.

“Selain itu surat keputusan integrasi diterbitkan direktur pemasyarakatan. Pembinaan khusus dan pengawasan yang didukung Bapas. Sementara pelaporan pembinaan dan pengawasan dilakukan dengan berani,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kelas IIA Cilegon, Oki Setiawan mengatakan, pembebasan melalui asimilasi dan integrasi luar biasa ini akan diberikan kepada kurang lebih 200 narapidana yang  memenuhi persyaratan.

“Narapidana yang bebas dilakukan secara bertahap. Sesuai instruksi pimpinan harus speed up dalam melakukan pencegahan Covid-19,” tambah Oki.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.