Langgar Protokol Kesehatan, Warga Tangsel Bakal Disanksi Berdoa di ‘TPU COVID-19’

  • Whatsapp
TPU Jombang

TANGERANG SELATAN,REDAKSI24.COM--Masih minimnya kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan membuat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali ditetapkan sebagai zona merah penyebaran COVID-19. Yang lebih memprihatinkan lagi di Kota Tangsel, angka kematian akibat COVID-19 sangat tinggi  yakni mencapai 4,4 persen.

Hal tersebut  membuat Pemerintah Daerah (Pemda) setempat menyiapkan opsi lain dalam penindakan bagi warga yang melanggar Protokol Kesehatan (Prokes).

Bacaan Lainnya

Sesuai arahan Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, guna menekan jumlah angka kematian dalam kasus COVID-19. Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta menciptakan terobosan baru untuk diberlakukan sebagai sanksi sosial terhadap pelanggar Prokes.Salah satunya kepada para pelanggar prokes adalah sanksi berupa Berdoa di Tempat Pemkaman Umu (TPU) Jombang yang saat ini dijadikan sebagaii tempat pemakaman pasien COVID-19 yang meninggal dunia. 

“Nah kedepannya, bagi pelanggar protokol kesehatan akan disanksi berdoa di TPU Jombang,” ucap Sekretaris Satpol Pamong Praja Kota Tangsel, Oki Rudianto, Jumat (1/1/2021).

Bentuk sanksi tersebut menurut OKI merupakan opsi lain yang akan diterapkan. Lantaran  jika didenda uang Rp50 ribu terkesan terlalu kecil dan tidak memberikan efek jera bagi warga yang melanggar aturan.

“Opsi itu diambil, agar mereka yang melanggar dapat secara langsung melihat banyaknya korban yang meninggal akibat kasus COVID-19,” tegas Oki.

Perkembangan terakhir kasus Covid-19 yang diunggah situs resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel Jumat (1/1/2021) tercatat jumlah kasus positif 3741 bertambah 31 orang, dengan jumlah meninggal dunia 186 jiwa, dan untuk yang sembuh usai perawatan 3180, serta untuk yang dirawat sebanyak 399 bertambah 7 orang. (NN/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.