Langgar Prokes Saat PPKM Darurat, Tiga WNA di Bali Dideportasi

oleh -
Ilustrasi: Imigrasi Bali Deportasi tiga WNA Pelanggar Prokes-(ist)

BADUNG, REDAKSI24.COM– Tiga warga negara asing (WNA) yang melanggar ketentuan protokol kesehat pada saat pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dideportasi oleh pihak Imigrasi Bali.

“Pada pelaksanaan operasi yustisi  (8/7/2021) lalu, ada 14 WNA yang terjaring, tiga diantaranya dinyatakan bersalah melanggar prokes dan direkomendasikan untuk dideportasi,” kata Kepala Kantor Wilayah KemenkumHAM Bali Jamaruli Manihuruk  di Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali, Senin (12/7/2021)

Ketiga warga asing yang akan dideportasi tersebut, kata dia,  atas nama Murray Ross asal Irlandia, Ayala Aileen dari Amerika Serikat dan Zulfiia Kadyrberdieva berkebangsaan Rusia.

“Terhadap Murray Ross asal Irlandia, Ayala Aileen dari Amerika Serikat dideportasi hari ini. Sedangkan Zulfiia Kadyrberdieva berkebangsaan Rusia masih menunggu tiket penerbangan ke negaranya,” katanya.

BACA JUGA: Kabur Saat Akan Dikarantina, Pasangan Kekasih Asal Inggris Dibekuk Polisi

Sebelumnya dalam kegiatan operasi yustisi selama PPKM Darurat terdapat 17 pelanggaran, dengan rincian tiga pelanggaran oleh warga negara Indonesia (WNI) dan 14 orang warga negara asing (WNA).

Sanksi yang diterapkan bagi pelanggar yaitu berupa teguran lisan, pembayaran denda, maupun STP Paspor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Kantor Imigrasi untuk pendeportasian.

Dari 14 WNA, tiga diantaranya dinyatakan bersalah dan melanggar Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat di wilayah Jawa Bali dan SE Gubernur No. 9 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat COVID-19 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Bali, sehingga ketiganya dikenakan UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian berupa deportasi.

“Dari 14 yang terjaring, ada tingkatan tertentu. Yang punya kewenangan menentukan siapa saja dan tingkat apa saja itu dari Satpol PP. Kami menerima rekomendasi dari Satpol PP mungkin dari mereka ada yang dikasih peringatan tapi yang direkomendasikan untuk dipulangkan ada tiga orang WNA saja,” kata Kakanwil.

BACA JUGA: Sebanyak 1.702 WNA di Tolak Masuk ke Indonesia Karena Dokumennya bermasalah

Selain itu, kata Kakanwil terhadap 11 lainnya dilihat dari tingkat kesalahannya yang masih ringan. Salah satunya, penggunaan masker yang belum benar.

“Dari Satpol PP mungkin mempunyai pemikiran yang lebih jauh katakanlah kesalahannya tidak terlalu berat. Seperti menurunkan masker (Sampai dibawah dagu) atau penggunaannya keliru. Lalu, Satpol PP kemudian merekomendasikan tiga WNA itu untuk kemudian dideportasi,” ucapnya. (Ayu/Ant/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.