Lakukan Right Issue, Bank Banten Berencana Jual 400 Miliar Saham

  • Whatsapp
Bank Banten

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Jajaran Direksi Bank Banten sepakat akan melakukan right issue guna menyehatkan perusahaan plat merah tersebut. Keputusan itu diambil mengingat Pemprov Banten selaku pemegang saham mayoritas tidak memberikan sisa penyertaan modalnya kepada Bank Banten.

Ditengah kondisinya yang membutuhkan dana segar untuk menyehatkan perusahaan, Pemprov Banten justru terkesan bersikap acuh. Beberapa kali jajaran direksi mengajukan pencairan sisa penyertaan modal sebesar Rp331 miliar, namun hingga kini tidak kunjung disetujui.

Bacaan Lainnya

Langkah right issue menjadi solusi terakhir yang bisa dilakukan jajaran direksi, setelah surat permohonan penyehatan Bank Banten yang dikirimkan direksi tidak mendapat tanggapan dari Pemprov Banten. Rencananya, sebanyak 400 miliar lembar saham akan dijual ke publik dengan harga Rp3/lembar.

Harga itu lebih mahal sedikit bila dibandingkan dengan penawaran yang pernah dilakukan bos CT Corp, Chairul Tanjung yang melakukan penawaran sebesar Rp1/lembar saham. Jika terjual semua, total dana yang terkumpul sekitar Rp1,2 triliun. Namun Proses penjualan itu rencananya akan dibagi menjadi tiga tahap, tahap pertama dengan target penjualan sebesar Rp500 miliar, sisanya di tahap kedua dan ketiga.

“Kalau semua saham ini terjual, bisa jadi saham mayoritas tidak lagi dimiliki Pemprov Banten, tetapi publik,” kata Ketua Komisi III DPRD Banten, Gembong R Sumedi kepada wartawan, Rabu (22/1/2020).

Hal itu mengingat, lanjut Gembong, Pemprov Banten belum bisa memiliki saham mayoritas yakni 51 persen karena masih ada sisa penyertaan modal yang belum dikeluarkan. Tapi secara de jure, pemilik saham mayoritas tetap Pemprov Banten.

“Jika saham mayoritas Pemprov Banten tidak mau tergerus, maka harus melunasi sisa penyertaan modal itu,” ujarnya.

BACA JUGA:

. Soal Bank Banten, Sekda Ngaku Belum Terima Pendapat Hukum dari Kejagung

. Soal Bank Banten, Pemprov Masih Tunggu Rekomendasi OJK

. Gubernur Banten Dinilai Tidak Serius Selamatkan Bank Banten

Kondisi Bank Banten sudah mendapat warning dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar segera dilakukan penyehatan lewat penyertaan modal segar. Jika tidak dilakukan, Bank Banten akan mengalami pailit. Jika sudah pailit, beban utang yang harus dibayarkan baik dana nasabah maupun pemilik saham ditanggung sepenuhnya Pemprov Banten selaku pemilik saham mayoritas.

“Bebannya akan semakin berat bagi Pemprov Banten jika Bank Banten dibiarkan pailit. Ada baiknya Pemprov Banten segera mengambil sikap. Karena meskipun bukan produk murni kepemimpinan gubernur yang sekarang, tapi beban itu menjadi tanggung jawab Pemprov Banten secara keseluruhan,” ujarnya.

Politisi PKS itu menilai, langkah Bank Banten melakukan right issue karena sudah lelah dengan sikap Pemprov Banten yang terkesan menutup mata atas kondisi saat ini. Mungkin juga, menurut dia, Pemprov Banten ingin melihat keseriusan direksi Bank Banten dalam upaya menyehatkan usahanya. Setelah sehat baru Pemprov Banten memberikan sisa penyertaan modalnya.

Sementara itu, Sekda Banten Almukhtabar sebelumnya mengaku masih menunggu Legal Opinion (LO) dari Kejagung terkait langkah yang harus dilakukan Pemprov Banten dalam upaya menyehatkan Bank Banten. Namun setelah LO itu turun beberapa hari kemudian, Pemprov Banten tidak kunjung memberikan penyertaan modal.

“LO nya sudah turun, tapi pendapat hukumnya tidak dijelaskan. Jadi surat itu tidak bisa menjadi landasan kami untuk mengambil sikap sampai menunggu surat selanjutnya datang berkenaan dengan pendapat hukum tersebut. Jadi LO dengan pendapat hukum itu dua hal yang berbeda,” kata Sekda. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.