Lahannya Diurug, Warga Panancangan Laporkan PT Puri Cempaka ke DPRD Kota Serang

  • Whatsapp
DPRD Kota Serang
Komisi I DPRD Kota Serang, Banten, menggelar sidak ke lahan milik warga Panancangan yang diduga diserobot pengembang.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Warga Kampung Baru, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Raden Salafudin mengadukan PT Puri Cempaka ke DPRD Kota Serang. Raden mengadu ke wakil rakyat lantaran lahan miliknya bakal dibangun perumahan namun belum dibebaskan.

Raden Salafudin yang juga ahli waris pemilik tanah atas nama Hasuri mengatakan, PT Puri Cempaka akan membangun perumahan di tanah milik ayahnya tersebut seluas 4500 meter persegi. Selain itu, tanah milik kakeknya seluas 3.500 meter persegi juga hendak dijadikan perumahan.

Bacaan Lainnya

“Saya lapor kepada dewan karena tanah milik orang tua saya tiba-tiba akan diurug untuk dibangun perumahan. Padahal tanah orang tua saya itu belum dibayar,” katanya kepada wartawan di rumahnya Kampung Baru, Panancangan, Kota Serang, Kamis (5/12/2019).

Raden mengungkapkan, kala itu lahan orangtuanya hendak diurug, Namun rencana itu bisa dicegah. Dari situ kemudian digelar mediasi yang menghadirkan lurah, PT Puri Cempaka, Babinsa, Babinkamtibmas serta pihak kepolisian.

BACA JUGA:

. Tagih Aset ke Pemkab Serang, DPRD Kota Serang Bakal Bentuk Pansus

. Bupati Serang Laporkan Penyegel SMPN 1 Mancak ke Polda Banten

. Defisit Rp74 Miliar, RAPBD Kota Serang 2020 Tertutup Silpa

Kala itu PT Puri Cempaka mengaku sudah melakukan pembebasan lahan melalui pihak ketiga, yang bernama Dede.  “Padahal tidak ada nama Dede datang ke rumah untuk membayar tanah kami,” imbuhnya.

Menurut Salafudin, dokumen kepemilikan atas lahan berupa sertifikat yang dimiliki PT Puri Cempaka, tidak sesuai dengan sertifikat lahan milik ayahnya. “Mereka keluarkan sertifikat tanah tapi salah Bin nya (tulisan di sertifikat). Kami juga punya sertifikat tanah. Saya tidak mengatakan ada pemalsuan, cuman dokumen mereka salah dan kami juga tidak pernah merasa menjual tanah,” tegasnya.

Sementara itu, untuk memastikan laporan warga, Komisi 1 DPRD Kota Serang melakukan Sidak ke lokasi lahan milik keluarga Hasuri yang hendak dibangun perumahan tersebut. Ketua Komisi 1 DPRD Kota Serang, Bambang Janoko mengungkapkan, komisi satu ingin memastikan lahan serta lokasinya.

“Kami sudah tahu, sudah jelas lahannya, yang ini 3500, yang itu 4500,” ungkapnya di lokasi lahan. Bambang juga berjanji akan memanggil pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan sengketa lahan tersebut.

“Nanti kami panggil pengembang, mengapa mereka meratakan tanah, dasarnya apa? Kami juga akan panggil lurahnya, semuanya yang dulu pernah membayar, apakah punya tanda terima atau tidak,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.