Kurang Sosialisasi, Warga Kabupaten Tangerang Belum Tahu Adanya Sensus Online

  • Whatsapp
Sensus Online BPS Kabupaten Tangerang
Ilustrasi sensus online.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Banyak warga di wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, belum mengetahui adanya sensus penduduk online yang digelar sejak 15 Februari sampai 31 Maret 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) secara serentak di seluruh Indonesia, Minggu (1/3/2020)

Hani Handayani (37), salah seorang warga Kampung Cirende, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, mengaku belum mengetahui jika ada sensus penduduk online yang dilakukan secara mandiri tersebut.

Bacaan Lainnya

“Belum tahu. Gak ada info apa-apa cuma info pemutihan surat tanah doang dari perangkat desa,” kata dia

Menurutnya, tidak adanya sosialisasi apapun kepada warga setempat membuat ia dan warga yang lain sampai saat ini belum melakukan sensus menggunakan akses jaringan secara online.

“Kurang sosialisasi ke bawah seharusnya ada. Kalau pun gak ada sosialisasi minimal ada info via spanduk atau apa, tapi ini kaga ada info apa-apa,” tuturnya

Sama halnya dengan Shandy Kelana warga sekaligus tokoh pemuda di Kampung Leuwihalu, Kelurahan Tigaraksa, itu belum mengetahui ihwal program sensus penduduk dengan cara yang lebih modern tersebut. Kata dia, banyaknya warga di Kampungnya yang belum melakukan sensus secara mandiri itu disebabkan kurangnya informasi kepada masyarakat.

“Intinya BPS kurang sosialisasi. Minimal Tingkat RW atau RT harusnya sosialisasi juga dong. Mungkin sosialisasi ada tapi di kalangan tertentu,” cetusnya

Menurut Shandy, dari minimnya informasi ini juga membuat masyarakat kurang antusias melakukan sensusnya secara mandiri karena tidak memahami cara pengisian datanya. Terlebih, tak semua warga yang paham menggunakan tekhnologi.

“Apa lagi online, saya rasa untuk sensus penduduk online ini harus benar-benar di dampingi dan disosialisasikan hingga Tingkat RT Mumpung masih ada waktu 1 Bulan ke depan. Intinya BPS harus terus bersosialisasi kepada masyarakat,” papar Shandy.

BACA JUGA:

Capaian Hasil Sensus Online di Kabupaten Tangerang Baru Mencapai 3 Persen

Sementara itu, Syaeful Rahayu, warga Kampung Hegarsari, yang juga ketua Karang Taruna Kelurahan Tigaraksa ini juga menilai jika BPS Kabupaten Tangerang dirasa kurang mensosialisasikan soal program sensus online ini kepada masyarakat. Menurutnya, pihak BPS tidak mengetahui sampai di mana kemampuan masyarakat untuk melakukan sensus online mandiri.

“Kurang sosialisasi, ditambah gak observasi dulu ke masyarakat. Apalagi warga yang gak ngerti soal online, gimana itu?,” tandasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.