Kurang Dukungan Pemda, Lahan Wakaf di Banten Belum Digarap Optimal

  • Whatsapp
Badan Wakaf Indonesia
Kepala Seksie Pemberdayaan Wakaf Kementerian Agama Provinsi Banten Asep Sunandar (kanan), Wakil Ketua BWI Yuli Yasin dan Ketua Divisi Kelembagaan, Tata Kelola, dan Advokasi BWI Muhammad Fuad Nasar saat konferensi pers di Novotel Tangerang, Sabtu (28/11/2020).

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM–Sebanyak 22 meter lahan wakaf di Provinsi Banten belum dioptimalkan lantaran terbentur anggaran dan belum mendapat dukungan dari pemerintah.  Akibatnya, lahan wakaf yang telah dicatat oleh Badan Wakaf Indonesia di Banten itu tak bisa dimanfaatkan menjadi lahan produktif.

“Jumlah lahan wakaf sebanyak 22 juta meter persegi.  Lahan wakaf tersebut, berada di 8 kota/kabupaten di Banten. Dengan sebaran di 19.644 titik,” ujar Kepala Seksi Pemberdayaan Wakaf Kementerian Agama Provinsi Banten Asep Sunandar, di Novotel Tangerang, Sabtu (28/11/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Asep, potensi wakaf di Banten ini sangat besar, jumlah itu belum ditambah lahan terdampak proyek pembangunan nasional yang total bidangnya mencapai 180 bidang atau nilai mencapai 40 miliar rupiah salah satu contohnya Waduk Kariyan yang luasnya 110 hektar,” katanya 

Asep menyebut, dari jutaan meter tanah wakaf itu hanya ada beberapa yang sudah menjadi lahan produktif. Seperti RS Achmad Wardi di Serang, SPBU di Kresek dan lainnya.

“Kalau wakaf yang diproduksikan sampai hari ini baru RS Ahmad Wardi Serang, SPBU di Kresek, Kesultanan Banten, 8 lembaga pendidikan berupa Pondok Pesantren, Perguruan Tinggi dan sekolah,” ungkap Asep.

Menurut Asep, mengungkapkan, pembiayaan lahan wakaf produktif sudah termuat dalam Undang-undang RI nomor 41 pasal 20 sampai 23 dan Peraturan Pemerintah pasal 45. 

“Sebenarnya pembiayaan wakaf produktif ini sudah termuat dalam Undang-undang dan Peraturan Pemerintah. Namun saat ini potensi wakaf produktif itu belum dioptimalkan,” ucap dia. 

Sementara itu, Ketua Divisi Kelembagaan, Tata Kelola, dan Advokasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) Muhammad Fuad Nasar berharap, adanya sinergitas pemerintah daerah dalam memanfaatkan aset wakaf di Provinsi Banten. 

“Pengamanan aset wakaf di daerah penting sekali, karena perwakafan dan pembangunan daerah bisa bersinergi. Sehingga aset-aset yang ada bisa berkontribusi bagi kemajuan daerah,” katanya.

Dia melanjutkan, pengamanan aset wakaf yang tidak produktif sangat rawan dalam pengamanannya. Untuk itu, dia mendorong agar masyarakat dan pemerintah daerah saling menjaga aset wakaf yang ada saat ini.

“BWI, Kemenag dan Pemda sebetulnya ada dalam frekuensi yang sama termasuk pengamanan aset wakaf. Produktivitas aset yang tidak produktif sangat rawan dalam pengamanannya. Pada prinsipnya, wakaf memiliki tujuan sosial, namun untuk memperoleh kesejahteraan itu mesti dikelola komersial,” pungkasnya.(wvyh/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.