Kupon Sumbangan PMI Kabupaten Tangerang Menuai Sorotan

oleh -
Kupon Sumbangan PMI Kabupaten Tangerang Menuai Sorotan bulan dana pmi vaksinasi
Para peserta program vaksinasi COVID-19 diberikan kupon nominal Rp2000 dengan dalih sumbangan kemanusiaan bulan dana PMI Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah aktivis menuding PMI Kabupaten Tangerang, Banten, telah memanfaatkan program vaksinasi COVID-19 untuk menggalang dana. Polanya, dengan cara menyelipkan kupon sumbangan bulan dana PMI senilai Rp2000 pada nomor antrean peserta vaksinasi.

“Ini sama saja PMI sudah mengomersialisasi program vaksinasi,” ungkap Pegiat Sosial Kabupaten Tangerang, Firmansyah kepada Redaksi24.com, Sabtu (2/10/2021).

Dugaan komersialisasi program vaksin dengan dalih bulan dana PMI salah satunya terjadi pada 24 September 2021 lalu di Kecamatan Jayanti. Para peserta program vaksinasi COVID-19 diberikan kupon nominal Rp2000 dengan dalih sumbangan kemanusiaan bulan dana PMI Kabupaten Tangerang.

Firmansyah yang juga mantan Presma Universitas Bina Bangsa menyebut, menukarkan nomor antrean vaksin dengan kupon sumbangan sama saja menjual vaksin yang seharusnya gratis bagi warga.

“Seharusnya program vaksinasi tidak ada yang memanfaatkan dalam bentuk apapun,” imbuh aktivis yang akrab disapa Firman itu.

BACA JUGA: PMI Kabupaten Tangerang Targetkan 15 Ribu Warga Tervaksin Dalam Sepekan

Beragam tanggapan pun muncul dari sejumlah kalangan di Kecamatan Jayanti. PMI dituding telah mencari keuntungan dalam program vaksinasi dengan menetapkan nominal sumbangan dana kemanusian.

Ketua Gerakan Pemuda Daerah Kabupaten Tangerang, Bahrul Ulum juga mempertanyakan kupon sumbangan sebesar Rp2000 dari PMI Kabupaten Tangerang yang dibagikan kepada peserta vaksinasi COVID-19.

Menurut Bahrul, pengelolaan dana Bulan Dana PMI 2021 harus jelas, karena sudah berjalan selama satu bulan sejak terbitnya surat keputusan (SK) Bupati Tangerang.

“PMI Kabupaten Tangerang harus menjelaskan kepada publik soal kupon Bulan Dana PMI. Dalam keputusan bupati tidak dicantumkan nominalnya. Jangan sampai PMI tingkat kecamatan sebagai pelaksaan teknis menjadi korban,” ujar Bahrul Ulum.

Bahrul Ulum menegaskan, PMI Kecamatan diminta melaporkan secara berkala hasil penggalangan bulan dana. Demikian juga PMI Kabupaten Tangerang, menurut dia, harus mempublikasikan hasil donasi masyarakat secara berkala kepada publik.

“Semuanya harus transparan soal hasil penggalangan dana kemanusiaan, sebab itu uang rakyat,” kata Ulum.

Terkait kupon bulan dana itu, menurut Ulum, PMI berdalih telah mengantongi izin dari Bupati Tangerang. Namun belakangan, lantaran banyak yang menyorotinya, bulan dana PMI Kabupaten Tangerang, khususnya di Kecamatan Jayanti ditunda untuk sementara waktu.

“Informasi yang kami dapatkan saat ini Bulan Dana ditunda sementara waktu dan belum diketahui apa alasannya,” kata Ulum.

Diketahui, Bupati Tangerang telah mengeluarkan SK Nomor: 468/Kep.1121-Huk/2021 tentang Izin Penggalangan Bulan Dana PMI Kabupaten Tangerang. Program bulan dana PMI akan berlangsung selama 4 bulan, mulai September sampai Desember 2021.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.