Kudeta Demokrat, SBY Sebut Moeldoko Tega dan Berdarah Dingin

oleh -
moeldoko,kudeta demokrat,partai,sby,ahy,tega,berdarah dingin
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (kiri) menyampaikan sambutan pada pembukaan rangkaian rapat konsolidasi partai bersama pengurus di tingkat pusat, daerah, dan cabang di kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat, Jakarta, Minggu (7/3/2021)/Antara.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai tindakan Kepala Kantor Staf Kepresiden (KSP) Moeldoko melakukan kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah tega dan berdarah dingin.

SBY kecewa dengan tindakan Moeldoko yang dinilainya tidak kesatria, karena telah bersekongkol dengan internal Demokrat melakukan kudeta atas AHY .

“Hari ini sejarah telah mengabadikan apa yang terjadi di negara kita, memang banyak yang tercengang dan tidak percaya bahwa KSP Moeldoko bersengkongkol, tega, dan dengan darah dingin melakukan kudeta,” kata SBY dalam konferensi pers di Puri Cikeas, Jumat (5/3) malam lalu.

Menurut dia, perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji tersebut jauh dari sikap kesatria dan nilai moral, serta mendatangkan rasa malu bagi seorang yang pernah aktif sebagai prajurit TNI.

“Termasuk rasa malu dan bersalah saya yang dahulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya mohon ampun kepada Allah Swt. atas kesalahan saya itu,” ujarnya.

SBY menyebut KLB ilegal tersebut telah menobatkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat, yang merupakan pejabat pemerintahan aktif dan berada di dalam lingkaran lembaga Kepresidenan, serta bukan kader Demokrat.

SBY menjelaskan, sebulan lalu Ketum Partai Demokrat AHY secara resmi mengirim surat kepada Presiden Jokowi, tentang keterlibatan KSP Moeldoko dalam gerakan penggulingan kepemimpinan Demokrat yang sah.

“Setelah itu, Ketua Umum AHY sampaikan kepada publik terkait dengan kudeta, banyak tanggapan bernada miring, Demokrat disebut mencari sensasi, playing victim, lalu Moeldoko mengatakan hanya ngopi-ngopi dan pelaku gerakan itu katakan hanya rapat biasa,” katanya.

SBY melanjutkan, sebulan lalu ada yang mengatakan bahwa Moeldoko pasti mendapatkan sanksi atas tindakannya itu, KLB ilegal pasti tidak mendapatkan izin dan akan dibubarkan pihak kepolisian.

“KLB tersebut benar-benar terjadi dan Moeldoko merebut kepemimpinan Demokrat yang sah,” ucap SBY.

Diketahui, KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, memilih Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai Ketua Umum (Ketum), Jumat (5/3/2021).

Kepala Kantor Staf Kepresidenan itu terpilih mengalahkan Marzuki Alie, setelah nama keduanya diajukan peserta KLB.

Namun saat Pimpinan Sidang, Jhoni Allen membacakan voting, dukungan peserta KLB lebih banyak diberikan kepada Moeldoko.

“Dengan ini memutuskan Bapak Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025,” kata Pimpinan Sidang Jhoni Allen.

KLB tersebut juga menetapkan Marzuki Alie yang merupakan mantan Ketua DPR RI, sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat periode 2021-2025.

“Sehingga dengan keputusan ini, maka Agus Harimurti Yudhoyono dinyatakan demisioner,” ujar Jhoni Allen. (Imam Budilaksono/Atn/ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.