Kuasa Hukum Novel Ungkap Kejanggalan Soal Dendam Pribadi Penyiram Novel

oleh -
Kuasa Hukum Novel Baswedan, Saor Siagian.

JAKARTA, REDAKSI24.COM- Pengacara Novel Baswedan, Saor Siagian meyakini adanya unsur yang perlu didalami oleh Kepolisian terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa kliennya, Novel Baswedan.

Saor menyebut tim pencari fakta (TPF) yang dibentuk oleh Polri pernah memberikan hasil temuannya yang mengungkapkan, bahwa penyerangan Novel diintrodusir karena ia berhasil melakukan pengungkapan setidaknya enam kasus besar.

“Agak janggal di satu sisi kalau ada pernyataan bahwa ini dendam pribadi, kelihatannya temuan dari rekan-rekan penyidik, kemudian juga tim pakar yang dibentuk oleh Kapolri, KPK dan Kompolnas di sana kelihatannya masih ada yang perlu didalami,” ujar Saor yang mendampingi Novel untuk diperiksa di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020).

TPF kasus Novel sendiri kata Saor telah melakukan investigasi yang cukup lama. Lebih jauh, tim gabungan kepolisian bersama sejumlah instansi terkait itu juga telah melakukan pemeriksaan terhadap ribuan saksi mata hingga memuat laporan tertulis sebanyak 2000 halaman.

“Oleh karena itu, inikan pertanyaannya, apa motifnya dia (RB dan RM)? Katakanlah serangan kepada saudara Novel Baswedan,” ucap Saor.

BACA JUGA:

Kapolri Minta Penyidikan Penyiram Novel Dilakukan Secara Transparan

Kuasa Hukum Novel itu pun secara tegas mendorong tim penyidik Kepolsiian untuk mengusut tuntas kasus Novel, sebagaimana yang pernah juga disampaikan oleh Kapolri Jenderal Idham Azis, agar kasus tersebut mesti diusut secara transparan.

“Itulah yang kami dorong kepada tim penyidik mengusut tuntas kasus ini seperti juga apa yang didorong oleh bapak Kapolri,” tutup Saor.

Dalam waktu yang sama, Novel Baswedan menegaskan dirinya siap menjawab semua pertanyaan dari penyidik berkaitan dengan kasus yang mengakibatkan dirinya menjadi korban itu. “Saya menunggu penyidk apa yang ditanyakan nanti, kaitannya apa, baru saya terangkan,” pungkas Novel (Alfin/Aan)

No More Posts Available.

No more pages to load.