Kuasa Hukum Menduga Ada Pihak Lain Terlibat di Penyelewengan Dana BOS SMAN 21 Kabupaten Tangerang

  • Whatsapp
Ilustrasi penyimpangan dana BOS di Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Kuasa hukum forum guru SMAN 21 Kabupaten Tangerang, Yunihar, menduga ada pihak lain yang ikut terlibat dalam penyelewengan dana BOS Reguler yang dilakukan oleh kepsek dan bendaharanya itu.

Pasalnya, monitoring dan audit anggaran provinsi Banten tahun 2019 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah selesai dilakukan dengan opini Wajib Tanpa Pengecualian (WTP).

Bacaan Lainnya

Menurut Yunihar, opini WTP yang diraih provinsi Banten ini tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Harusnya, sambung dia, jika monitoring anggaran berjalan dengan baik tidak akan ada temuan seperti ini.

“Artinya ini ada kelalaian dari pihak yang melakukan monitoring anggaran. Siapa saja yang terlibat sampai saat ini kita belum bisa memastikan,” kata Yunihar yang juga sekretaris LBH Ansor Kabupaten Tangerang ini kepada wartawan, Rabu (3/6/2020).

Masih menurut Yunihar, dalam pelaporan LPJ dana BOS SMAN 21 Kabupaten Tangerang itu juga diduga ada permainan atau “komunikasi” tidak baik yang bisa jadi dilakukan antara kepsek dan bendara dengan atasan mereka yang lain.

Bahkan, lanjut dia, dari informasi yang beredar, S yang menjabat sebagai bendahara SMAN 21 itu juga merupakan koordinator para bendahara sekolah tingkat SMA sekabupaten Tangerang. “Artinya dapat kita bayangkan kalau seorang koordinator itu artinya dia punya peran-peran sendiri, ini juga perlu ditelusuri,” tuturnya

Ia menambahkan, meski belum diketahui siapa saja yang terlibat dalam permasalahan ini, namun kuat dugaan ada ketidakberesan dalam audit laporan keuangan SMAN 21 di tahun 2019 tersebut.
“Di mana letak ketidakberesannya? saya kira tidak mungkin bendahara kepsek mengaudit sendiri pasti ada pihak atas yang juga ikut mengaudit,” tandasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.