Kuasa Hukum Abdul Basith Minta Barang Bukti Kliennya Ditunjukkan

  • Whatsapp
Dosen IPB Abdul Basith
Abdul Basith

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM-Penangkapan Dosen Institut Pertanian Bogor, (IPB) Abdul Basith yang dituduh akan melakukan peledakan saat aksi di Jakarta beberapa waktu lalu, masih menjadi pertanyaan besar di kalangan masyarakat.

Pasalnya hingga beberapa hari penangkapannya, pihak kepolisian belum pernah menunjukan barang bukti yang diamankan sebagai bom molotov “Sampai saat ini penyidik belum pernah menunjukkan barang bukti berupa bom molotov yang diamankan di rumah Abdul Basith, ” kata kuasa Hukum Abdul Basit, Gufron melalui keterangan persnya yang diterima Redaksi24.com, Rabu (2/10/2019) malam.

Bacaan Lainnya

Sehingga kata Gufron, dirinya menduga bahwa barang bukti yang diamankan itu bukan bom molotov.. Melainkan minyak jarak yang selama ini menjadi bisnis kliennya secara online.

Dan informasi soal minyak jarak itu, kata dia, juga sudah viral di media sosial (Medsos). Bahkan dari rekaman sebuah pesan singkat WhatsApp, katanya, disebutkan Abdul Basith memang menjual minyak jarak secara online.

“Itu barang bukti dosen yang disebut bom molotov ternyata bukan, tapi lampu minyak jarak. Sori gaes, ternyata bapak Dosen itu buka online shop lampu botol. Makanya dilakban biar kagak pecah pas pengiriman,” bunyi pesan singkat itu.

Gufron juga membantah, kliennya disebut sebagai penyandang dana dalam aksi tersebut. ” Menurut klien kami, justru yang mengarsiteki, mendanai dan menginsiasi aksi yang berbuntut kerusuhan itu, adalah orang orang terpandang,” kata dia.

Namun demikian, Gufron enggan menyebut nama orang-orang yang dimaksut. Seperti diketahui Abdul Basith ditangkap di rumahnya di Perumahan Royal 2, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten Sabtu (28/9/2019) lalu.

BACA JUGA:

Bawa Senjata Tajam Saat Hendak Demo ke Jakarta, Polisi Amankan Belasan Penumpang Kereta Api

Pesan Ombudsman Untuk Kemenristek Dikti dan Rektor Kampus Terkait Demo Mahasiswa

Dari dalam rumah itu petugas mengamankan barang bukti berupa 28 botol yang disebut sebagai bom molotov. Selain Menangkap Abdul Basith, petugas juga menciduk sembilan orang lainnya yang diduga terlibat dalam kasus yang sama.

Kemudian mereka digelandang dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Dan dijerat dengan sejumlah pasal, diantaranya Pasal 169 KUHP dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. (Tim R24)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.