Krisis Covid-19 India Peringatan Bagi Negara-negara di Afrika

oleh -
krisis,covid19,india,afrika,pandemi
Krisis Covid-19 India peringatan bagi negara-negara di Afrika/Foto: Lapangan disiapkan untuk kremasi massal bagi mereka yang meninggal akibat terinfeksi virus corona (COVID-19) di New Delhi, India, Rabu (8/4/2021)/Antara.

NAIROBI, REDAKSI24.COM–Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Uni Afrika (CDC AU) John Nkengasong menyatakan, bahwa krisis COVID-19 yang terjadi di India merupakan peringatan bagi negara-negara di Afrika agar tidak lengah menangani pandemi.

Karena menurut CDC AU, jika krisis COVID-19 di India terjadi di benua tersebut akan lebih kewalahan, lantaran negara-negara di benua itu umumnya tidak memiliki jumlah pekerja perawatan kesehatan, tempat tidur rumah sakit, dan pasokan oksigen yang cukup.

“Apa yang terjadi di India adalah seruan untuk Afrika agar pemerintah dan warganya tidak boleh lengah dalam menangani pandemi tersebut,” kata John Nkengasong kepada wartawan, di Nairobi, Kamis (29/4/2021).

Menurut dia, bahwa benua Afrika dengan 1,3 miliar populasi itu akan lebih sulit dan kewalahan daripada India jika berada dalam situasi krisis COVID-19 yang sama.

“Kami menyaksikan dengan sangat tidak percaya. Apa yang terjadi di India tidak dapat diabaikan oleh benua kami,” ujarnya.

Dan, “Kami tidak dapat dan tidak boleh berada dalam situasi (India), karena sifat sistem kesehatan kami yang sangat rapuh,” imbuh dia.

Dia melanjutkan, dalam waktu dekat CDC AU akan mengadakan pertemuan dengan semua menteri kesehatan Afrika yaitu pada 8 Mei.

“Untuk membuat semua orang waspada,” ucapnya.

Dia menyebut bahwa India dengan 1,35 miliar penduduknya, memiliki ukuran populasi yang sama dengan di benua itu, tetapi memiliki sistem kesehatan yang lebih lemah.

Menurut Nkengasong, Afrika juga tidak mempunyai kemampuan seperti New Delhi untuk memproduksi vaksin atau obat dalam jumlah yang signifikan.

oleh karena itu, dia mengingatkan pentingnya masyarakat Afrika untuk mengindahkan protokol kesehatan, karena peluncuran vaksin COVID-19 di benua itu terhalang oleh krisis di India.

Sebagian besar vaksin yang dipasok ke Afrika melalui skema berbagi vaksin global COVAX, sejauh ini adalah suntikan AstraZeneca yang diproduksi oleh Serum Institute of India.

Namun, India kemudian menghentikan ekspor vaksinnya pada Maret untuk mengatasi permintaan domestik yang meningkat.

Kata Nkengasong, masih belum jelas kapan ekspor akan dilanjutkan, sehingga situasi di New Delhi dapat memengaruhi prediksi peluncuran vaksin Afrika

“Untuk beberapa minggu dan mungkin beberapa bulan mendatang,” imbuhnya.

Dia menjelasakan, Afrika bisa mendapatkan keuntungan dari pasokan tambahan, jika dua vaksin buatan China mendapatkan persetujuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) minggu depan.

CDC AU mencatat hampir 76.000 infeksi COVID-19 baru di Afrika pada periode 19-25 April, atau menurun 8 persen dari minggu sebelumnya.

Sementara, India melaporkan lebih dari 379.000 kasus baru COVID-19 dan 3.645 kematian baru pada Kamis (29/4).

Laporan Itu adalah jumlah kematian tertinggi dalam satu hari di negara terpadat kedua di dunia itu sejak pandemi mulai muncul.(ejp)

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.