Kreditplus Akui Data Nasabah Bocor Diduga Dicuri

Data nasabah Kreditplus meliputi nama, KTP, email, status pekerjaan, alamat, data keluarga penjamin pinjaman, tanggal lahir, dan nomor telepon ini memancing kelompok kriminal untuk melakukan penipuan dan tindak kejahatan yang lainnya.(Ant)

JAKARTA, REDAKSI24.COM—Kreditplus, sebuah  platform digital untuk layanan pembiayaan tak menampik beberapa waktu lalu telah terjadi bocor data nasabah kredit yang ditengarai sebagai upaya pencurian.

“Dari hasil investigasi sementara,  menunjukan adanya tindakan pencurian data oleh pihak ketiga yang tidak berwenang terkait informasi konsumen kami,” ujar Direktur KreditPlus, Peter Halim, dalam keterangan resmi, di Jakarta, Rabu.

Bacaan Lainnya

Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1994 dibawah naungan PT. Finansia Multi Finance  itu menyatakana segera menginvestigasi sistem internal menyusul  muncul pemberitaan bahwa data nasabahnya bocor. Setelah investigasi internal tersebut, ditemukan adanya pencurian data.

Menurut Peter, pihaknya  saat ini sudah menggunakan jasa konsultan keamanan siber eksternal untuk investigasi lebih dalam soal dugaan data bocor. Namun dia belum menyebutkan apakah data yang dibobol berjumlah sekitar 896.000,  seperti muncul di pemberitaan.

BACA JUGA:819.976 Data Nasabah Kreditplus Bocor, Pakar: Segera Rampungkan RUU PDP

“Proses investigasi oleh konsultan cyber security eksternal tersebut saat ini masih berlangsung,” tukas Peter. Dikatakan, pihaknya juga bekerjasama dengan lembaga  berwenang dalam investigasi tersebut untuk memastikan agar data pribadi konsumen aman dan terlindungi.

KreditPlus berjanji akan segera melaporkan kejadian ini kepada Badan Siber dan Sansi Negara (BSSN). Perusahaan juga menyatakan terus berinvestasi untuk meningkatkan keamanan di platform tersebut.

Terkait perlindungan terhadap data nasabah, KreditPlus selama ini sudah menerapkan sistem keamanan berlapis berupa kode one-time password (OTP).

Beredar informasi di dunia maya yang menyebut-nyebut sekitar 896.000 data nasabah KreditPlus diperjualbelikan di situs gelap. Informasi yang diambil peretas berupa nama, KTP, email, kata sandi, nomor ponsel, data pekerjaan dan data keluarga penjamin.

Atas kejadian itu pakar keamanan siber dari CISSRec, Pratama Persadha, menyebut terdapat 819.976 data nasabah KreditPlus yang bocor, yang merupakan data sensitif dan lengkap.

Sementara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Selasa (03/08) menyatakan sudah mengirimkan surat kepada KreditPlus meminta penjelasan atas dugaan data bocor ini.(Natisha/Ant/Jaya)

Pos terkait