KPU Tambah TPS, Bawaslu Tambah Pengawas Pilkada Pandeglang

  • Whatsapp
Pilkada serentak 2020
Ilustrasi - Pilkada serentak 2020

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang, Banten terpaksa harus melakukan refocusing anggaran dalam menghadapi Pilkada Pandeglang 2020 ditengah pandemi covid-19. Terlebih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang sudah tidak bisa menambah anggaran.

Ketua Bawaslu Pandeglang, Ade Mulyadi mengatakan, pada pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi covid-19 ini, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pandeglang, akan melakukan penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Bacaan Lainnya

Dengan bertambahnya TPS, kata Ade, tentu pihaknya juga harus melakukan penambahan personil pengawasan, seperti pengawas di TPS pada pelaksanaan pemungutan suara nanti.

“Maka dengan bertambahnya personil pengawas, anggaranpun harus bertambah. Tapi karena Pemda Pandeglang sudah tidak bisa menambah anggaran, salah satu solusi yang bakal kami tempuh yaitu refocusing anggaran,” ungkap Ade, Selasa (16/6/2020).

Lanjut Ade, untuk memenuhi kebutuhan anggaran dalam penambahan personil pengawas, ada beberapa anggaran kegiatan yang bakal dilakukan efisiensi. Seperti kegiatan sosialisasi yang tentu mengumpulkan orang banyak, serta kegiatan lainnya.

“Kegiatan sosialisasi diminimalisir, karena masa pandemi covid-19 harus menghindari perkumpulan masa. Nah salah satunya anggaran sosialisasi itu akan kami alihkan untuk penambahan personil pengawas,” katanya.

Menurutnya, memang untuk kegiatan pengawasan Pilkada di masa pandemi covid-19 berbeda dengan priode sebelumnya. Seperti rapat-rapat dilakukan melalui video conference, laporan juga bisa hanya dilakukan melalui online, sehingga anggaranpun bisa diefisiensi.

“Dari sektor-sektor itulah anggaran yang bisa kami alihkan kepada kegiatan lain. Karena seperti yang kami ketahui, Pemda sudah tidak bisa lagi menambah anggaran ke Bawaslu, juag ke KPU,” ujarnya.

Saat ditanya bagaimana kesiapan Bawaslu dalam menghadapi Pilkada 2020 di masa pandemi covid-19, Ade mengaku pihaknya sudah punya kesiapan, meskipun harus meminimalisir anggaran.

“Kami siap memaksimalkan pengawasan Pilkada, meskipun dengan kondisi seperti sekarang ini. Baik itu pengawasan yang secara langsung ke lapangan maupun pengawasan secara online,” tuturnya.

Sebelumnya, KPU Pandeglang menambah 259 TPS dari yang sudah ada sebanyak 1983 TPS. Sehingga jumlahnya menjadi 2.242 TPS. Penambahan TPS itu dilakukan, karena adanya pengurangan kuota maksimal pemilih di setiap TPS, yang tadinya sebanyak 800 pemilih menjadi sebanyak 500 pemilih.

Seperti yang disampaikan salah seorang komisioner KPU Pandeglang, Ahmadi beberapa waktu lalu, dengan adanya pengurangan batas maksimal pemilih di setiap TPS, KPU harus menambah jumlah TPS.

Tidak hanya itu, dengan bertambahnya TPS pada Pilkada nanti, anggaranpun juga mestinya harus ada penambahan. Tetapi karena kondisi keuangan daerah sudah tidak sanggup menambah anggaran, KPU harus melakukan refocusing anggaran.

“Biaya untuk penambahan TPS sudah tercover dari hasil refocusing anggaran yang kami lakukan,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.