KPU Pandeglang Gelar Simulasi Pencoblosan Pilkada 2020

  • Whatsapp
Simulasi Pilkada Pandeglang

KABUPATEN PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Ratusan warga Cikadu, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Lapangan Cikadu, Kecamatan Panimbang, Sabtu (21/11/2020). Kedatangan ratusan masyarakat yang hendak menyalurkan hak politiknya dalam memilih calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang pun disambut baik oleh para petugas yang ada di TPS tersebut. 

Sebelum masuk ke TPS, terlebih dahulu warga dipastikan kesehatannya dengan cara dilakukan pengecekan suhu tubuh, dan dipastikan menggunakan masker. Jika suhu tubuhnya normal, petugas mempersilahkan warga untuk menyerahkan surat undangan pencoblosan kepada petugas dan langsung diberikan sarung tangan. Setelah itu, diminta untuk duduk di kursi antrean yang sudah disediakan petugas TPS dengan jarak antrian satu meter sesuai protokol kesehatan covid-19.

Bacaan Lainnya

Setelah itu, petugas TPS memanggil warga yang tengah antre untuk diberikan kertas suara dan melakukan pencoblosan di bilik suara yang sudah disediakan. Setelah mencoblos, pemilih ditetesi tinta di bagian jari tangannya sebagai tanda sudah mencoblos.

Dan bagi warga yang suhu tubuhnya lebih tinggi dari batas normal, petugas TPS telah menyediakan tempat khusus bagi pemilih yang suhu tubuhnya diatas normal tersebut agar warga tersebut tetap bisa menyalurkan hak politiknya dalam Pilkada Pandeglang.

Kegiatan pencoblosan calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada Pandeglang itu, hanya sebatas simulasi yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pandeglang. Kegiatan tersebut digelar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan mengecek kesiapan para petugas TPS menjelang hari pencoblosan pada tanggal 9 Desember 2020 nanti.

Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai mengatakan, simulasi pemungutan dan penghitungan suara tersebut dirasa sangat penting dilakukan, dalam memberikan edukasi penyelenggara Pilkada dan masyarakat sebagai pemilih dalam Pilkada serentak 2020 ini.

Selain itu kata Jai, simulasi tersebut untuk memastikan kesiapan para penyelenggara dalam menghadapi hari pencoblosan yang bakal digelar pada 9 Desember nanti.

“Pilkada kali ini berbeda dengan pemilu sebelumnya, karena adanya pandemi Covid-19 maka harus menerapkan protokol kesehatan. Maka tentunya banyak norma yang berbeda pula,” ungkap Sujai usai melakukan simulasi.

Norma – norma yang berbeda dalam Pilkada kali ini kata Jai, yaitu yang berkaitan dengan formulir model C pemberitahuan, yang sebelumnya formulir model C 6. Dalam formulir itu (C pemberitahuan) diatur jadwal masing – masing pemilih. Dengan tujuan supaya tidak ada kerumunan di TPS.

“Kalau dulu kan tidak ada pengaturan itu, hanya dicantumkan dengan waktu pemungutan suara dari pukul 7:00 sampai 13:00 WIB,” katanya.

Menurutnya, simulasi ini juga untuk mengetahui kesiapan dan kemampuan SDM dan IT nya untuk Sirekap. Sebab aplikasinya harus diunduh aplikasi Sirekap tersebut, sehingga para petugas juga dipastikan harus mampu mengoperasikan Sirekap.

“Ketika ada kendala seperti jaringan internet, maka kami harus mampu meminimalisir potensi kendala itu. Oleh karena itu simulasi ini untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi pemungutan suara nanti,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua KPU Banten, Wahyul Furqon menuturkan, proses simulasi ini lah yang menggambarkan pemungutan dan penghitungan suara yang akan digelar 9 Desember nanti. Dimana, mulai dari kedatangan hingga antrean warga untuk menyalurkan hak politiknya tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19.

“Melalui simulasi ini, kami berharap masyarakat tidak paranoid untuk datang ke TPS pada 9 Desember nanti. Karena proses – proses yang dilakukan penyelenggara pemilu, sudah mengantisipasi penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Sementara, Ketua Bawaslu Pandeglang, Ade Mulyadi mengaku, simulasi pemungutan suara Pilkada Pandeglang yang digelar KPU tersebut, merupakan simulasi pengawasan juga bagi petugas pengawas TPS maupun desa.

Ade juga menambahkan, sepanjang pengawasannya saat ini mengenai protokol kesehatan, sudah cukup baik dan tidak ditemukan  titik kerawanan pelanggaran protokes covid-19.

“Ini juga bagian dari simulasi pengawasan yang kami lakukan, bagaimana pengawasan pemungutan suara di TPS dalam Pilkada di tengah pandemi Covid-19 ini,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Hendra).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.