KPU Pandeglang Edukasi Masyarakat dan Pastikan Kesiapan Penyelenggara Pemilu Melalui Simulasi Pemungutan Suara

  • Whatsapp
KPU Pandeglang
Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai (kiri) diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas pemilihan sebelum masuk ke lokasi TPS.

KABUPATEN PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pandeglang, menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta Sirekap di tingkat TPS. Kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan memastikan kesiapan para penyelenggara dalam menghadapi pencoblosan Pilkada serentak 2020 yang bakal digelar 9 Desember nanti.

Dalam gelaran simulasi tersebut, melibatkan 300 warga dari Kecamatan Panimbang. Ratusan warga tersebut berdatangan ke TPS Cikadu, Panimbang untuk mencoblos surat suara Pilkada Pandeglang.

Bacaan Lainnya

Sebelum masuk ke TPS, terlebih dahulu para petugas yang ada di TPS tersebut menyarankan warga untuk mencuci tangan di tempat cuci tangan yang sudah disediakan. Setelah itu, warga dipastikan menggunakan masker dan disarankan menjaga jarak.

Sebelum menyerahkan surat undangan pencoblosan kepada petugas TPS, warga dicek suhu tubuhnya, jika suhu tubuh pemilih normal maka dipersilahkan untuk masuk menyerahkan surat undangan kepada petugas TPS.

Setelah itu, warga diberikan sarung tangan plastik dan diminta untuk duduk di kursi antrian yang sudah disediakan petugas TPS dengan jarak antrean satu meter sesuai protokol kesehatan covid-19.

Setelah itu, petugas TPS memanggil warga yang sudah duduk di kursi antrean untuk diberikan kertas suara dan melakukan pencoblosan di bilik suara yang sudah disediakan. Setelah mencoblos, pemilih ditetesi tinta di bagian jari tangannya sebagai tanda sudah mencoblos.

Ketika ditemukan ada warga yang suhu tubuhnya lebih tinggi dari batas normal, petugas TPS telah menyediakan tempat khusus bagi pemilih yang suhu tubuhnya diatas normal tersebut agar warga tersebut tetap bisa menyalurkan hak politiknya dalam Pilkada Pandeglang.

KPU Pandeglang

Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai mengatakan, simulasi pemungutan dan penghitungan suara tersebut dirasa sangat penting dilakukan, dalam memberikan edukasi penyelenggara Pilkada dan masyarakat sebagai pemilih dalam Pilkada serentak 2020 ini.

Selain itu kata Jai, simulasi tersebut untuk memastikan kesiapan para penyelenggara dalam menghadapi hari pencoblosan yang bakal digelar pada 9 Desember nanti.

“Pilkada kali ini berbeda dengan pemilu sebelumnya, karena adanya pandemi covid-19 maka harus menerapkan protokol kesehatan. Maka tentunya banyak norma yang berbeda pula,” ungkap Sujai usia melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta Sirekap tingkat TPS di Lapangan Cikadu, Kecamatan Panimbang, Sabtu (21/11/2020).

Norma – norma yang berbeda dalam Pilkada kali ini kata Jai, yaitu yang berkaitan dengan formulir model C pemberitahuan, yang sebelumnya formulir model C 6. Dalam formulir itu (C pemberitahuan) diatur jadwal masing – masing pemilih. Dengan tujuan supaya tidak ada kerumunan di TPS.

“Kalau dulu kan tidak ada pengaturan itu, hanya dicantumkan dengan waktu pemungutan suara dari pukul 7:00 sampai 13:00 WIB,” katanya.

Menurutnya, simulasi ini juga untuk mengetahui kesiapan dan kemampuan SDM dan IT nya untuk Sirekap. Sebab aplikasinya harus diunduh aplikasi Sirekap tersebut, sehingga para petugas juga dipastikan harus mampu mengoperasikan Sirekap.

“Ketika ada kendala seperti jaringan internet, maka kami harus mampu meminimalisir potensi kendala itu. Oleh karena itu simulasi ini untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi pemungutan suara nanti,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua KPU Banten, Wahyul Furqon menuturkan, proses simulasi ini lah yang menggambarkan pemungutan dan penghitungan suara yang akan digelar 9 Desember nanti. Dimana, mulai dari kedatangan hingga antrian warga untuk menyalurkan hak politiknya tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19.

“Melalui simulasi ini, kami berharap masyarakat tidak paranoid untuk datang ke TPS pada 9 Desember nanti. Karena proses – proses yang dilakukan penyelenggara pemilu, sudah mengantisipasi penyebaran covid-19,” tuturnya. (Advertorial).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.