KPU Banten Didorong Buat Regulasi Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
pilkada serentak
Ilustrasi - Pilkada serentak 2020 tetap dilanjutkan meski di tengah covid-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten didorong untuk membuat regulasi terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2020 yang dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19. Regulasi itu penting dibuat agar angka partisipasi pemilih tidak menurun, karena kondisi Pilkada sekarang berbeda dari tahun sebelumnya.

“Jangan sampai ketika Pilkada dilaksanakan, masyarakat ketakutan datang ke TPS, karena takut terpapar virus corona,” kata pengamat politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Untirta Serang, Suwaib Amirudin, kepada wartawan, Senin (8/6/2020).

Bacaan Lainnya

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) itu juga menambahkan, sejak sekarang masyarakat harus diberikan pemahaman lewat sosialisasi yang dilakukan KPU terkait mekanisme pelaksanaan Pilkada serta kepastian keamanan dalam penyelenggaraannya.

Jangan sampai, lanjutnya, masyarakat apatis terhadap pelaksanaan Pilkada, karena berbagai alasan ketakutan tersebut. “Ini kan harus secepat mungkin diantisipasi. Karena untuk mengambil opsi pemilu secara online atau e-voting juga belum siap baik dari sisi pendanaan maupun SDM-nya,” ujarnya.

Selain itu, Suwaib juga menyarankan agar KPU melakukan penganggaran untuk pembelian pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para petugas TPS dan perlengkapan protokol kesehatan di setiap TPS seperti handsanitizer, sabun cuci tangan serta memakai masker.

“Termasuk penambahan TPS, supaya tidak terlalu padat antrian pada saat pelaksanaan. Bila perlu TPS-nya setiap RT,” tegasnya.

Sejauh ini belum ada penjelasan resmi dari KPU Provinsi Banten terkait saran tersebut. Ketua KPU Provinsi Banten, Wahyul Furqon saat dihubungi via telpon dan WhatsApp-nya tidak merespon, padahal kondisinya sedang aktif.

Sekedar diketahui, hasil Rakor KPU RI bersama DPR RI beberapa waktu yang lalu menyepakati Pilkada serentak 2020 tetap dilaksanakan meski pandemic covid-19 belum berakhir. Tahapan awalnya akan dimulai pada 15 Juni 2020. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.