KPK Geledah Ruang Kantor Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin

oleh -
dpr,ri,azis,syamsuddin,kpk,kasus,suap,penyidik
KPK geledah ruangan Kantor Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin terkait kasus dugaan suap penyidik KPK Stepanus Robin Foto: Wakil Ketua DPR, Aziz Syamsuddin/Antara.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruangan kantor Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin di Gedung Nusantara III, Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/4/2021) malam.

Penggeledahan itu dilakukan terkait kasus dugaan suap yang menyeret penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) sebagai tersangka.

“Benar, hari ini tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di Gedung DPR RI,” kata Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri, di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Penggeladahan itu, kata dia, dalam rangka pengumpulan bukti-bukti terkait dengan kasus dugaan suap yang melibatkan Penyidik KPK Stepanus Robin dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Namun demikian, Ali Fikri tidak menyebutkan ruangan siapa yang digeledah Tim Penyidik KPK tersebut.

“Saat ini kegiatan sedang berlangsung, dan untuk perkembangan selengkapnya akan kami informasikan kembali,” ujar Al Fikri.

 

MKD benarkan KPK geledah kantor Azis Syamsuddin

Sementara itu, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Habiburokhman, membenarkan bahwa yang akan digeledah KPK itu adalah Kantor Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin.

“Iya benar (akan ada penggeledahan). Ini saya jalan ke DPR untuk mendampingi,” kata Habibirokhman, di Jakarta.

Meskipun dia tidak memberikan keterangan lebih jauh mengenai penggeledahan tersebut.

Namun, Wakil Ketua MKD itu memastikan akan mendampingi penggeledahan ruangan kantor Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR RI yang juga petinggi Partai Golongan Karya.

Sejauh ini, Azis belum dapat dihubungi untuk diminta keterangan soal penggeledahan ruangan kantornya oleh penyidik KPK.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri pada Sabtu (24/4) menyampaikan bahwa akan melakukan upaya-upaya untuk mengungkap seterang-terangnya perkara ini, termasuk peran Azis Syamsuddin sebagai Wakil Ketua DPR RI dalam kasus tersebut.

Menurut Firli, untuk menggali peran Azis Syamsuddin, KPK terlebih dahulu mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saksi yang terkait dengan kasus.

“Setelah itu, baru kami akan lihat perbuatannya apa, keterangan saksinya bagaimana, bukti lain apa, petunjuknya apa, dokumennya apa karena unsur pemidanaan harus dipenuhi,” ucapnya.

Dalam kasus itu, Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial, penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju, dan Maskur Husain, selaku pengacara telah ditetapkan sebagai tersangka.(ejp)

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.