KPK beberkan 20 Koruptor yang Terima Pengurangan Hukuman dari MA, Ini Daftarnya!

  • Whatsapp
KPK membeberkan daftar 20 koruptor yang mendapat pengurangan hukuman dari MA melalui putusan tingkat PK
Komisi Pemeberantasan Korupsi melansir daftar 20 koruptor yang menerima pengurangan hukuman dari Mahkamah Agung melalui putusan di tingkat Peninjauan Kembali sepanjang 2019-2020.

JAKARTA, REDAKSI24.COMKPK (Komisi Pemberantasan Korupsi ) membeberkan  20 daftar koruptor yang menerima pengurangan hukuman dari MA (Mahkamah Agung) melalui putusan di tingkat PK (Peninjauan Kembali) sepanjang 2019-2020.

Dikutip dari Antara, Senin, inilah daftar 20 koruptor dimaksud:

Bacaan Lainnya

1.Mantan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud, koruptor kasus suap pekerjaan proyek infrastruktur dari putusan 6 tahun menjadi 4 tahun dan 6 bulan penjara di tingkat PK (Peninjauan Kembali) di MA.

2. Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangang, kasus suap proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang dari 3 tahun 6 bulan menjadi 3 tahun di tingkat PK.

BACA JUGA:Pimpinan KPK Nurul Ghufron: Kami Sesungguhnya Sedih Saat Tangkap Pejabat Negara

3. Mantan Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun, kasus suap mantan Ketua MK Akil Mochtar dalam sengketa pilkada Kabupaten Buton, dari  3 tahun 9 bulan menjadi 3 tahun penjara di PK.

4. Pengusaha Billy Sindoro, kasus korupsi proyek Meikarta, dari 3 tahun 6 bulan menjadi 2 tahun di tingkat PK.

5. Pengusaha Hadi Setiawan, kasus suap hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Medan Merry Purba dalam pengaturan perkara, dari  4 tahun menjadi 3 tahun  di PK.

6. Mantan Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi, kasus suap pengurusan perizinan pembangunan Mall Transmart di Cilegon, dari 6 tahun menjadi 4 tahun  di  PK.

7. Pengacara OC Kaligis, kasus suap hakim PTUN Medan, dari  10 tahun menjadi 7 tahun  di PK.

8. Mantan Ketua DPD RI Irman Gusman, kasus suap pembelian gula impor di Perum Bulog, dari 4 tahun 6 bulan menjadi 3 tahun penjara di PK.

9. Mantan Panitera Pengganti PN Negeri Medan Helpandi, kasus menerima hadiah atau janji terkait putusan perkara di PN Medan, dari  7 tahun menjadi 6 tahun  di  PK.

10. Mantan Anggota DPRD DKI Jakarta M Sanusi, kasus korupsi perizinan reklamasi Pantai Jakarta, dari  10 tahun menjadi 7 tahun penjara di  PK.

11. Mantan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Tarmizi, kasus korupsi terkait penanganan perkara perdata di PN Jaksel, dari  4 tahun menjadi 3 tahun di PK.

12. Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar, kasus suap terkait impor daging, dari 8 tahun menjadi 7 tahun di PK.

13. Mantan Dirut PT Erni Putra Terari  Tamin Sukardi,t kasus suap penanganan perkara di PN Medan, dari  6 tahun menjadi 5 tahun  di PK.

14. Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip, kasus suap revitalisasi Pasar Lirung dan Pasar Beo, dari  4 tahun 6 bulan menjadi 2 tahun di PK.

15. Mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina Suroso Atmomartoyo dikabulkan PK dengan pidana uang pengganti dihapus, namun pidana penjara tetap selama 5 tahun.

16. Mantan Panitera Pengganti PN Bengkulu Badaruddin Bachsin alias Billy, kasus perantara suap hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu pada tahap PK menjadi 5 tahun, sebelumnya divonis 8 tahun penjara di tingkat kasasi.

17. Mantan Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra, pidana penjaranya dikurangkan sebelumnya divonis 5 tahun penjara, namun belum ada salinan lengkap.

18. Mantan Calon Gubernur Sulawesi Tenggara Asrun, pidana penjaranya dikurangkan, namun belum ada salinan lengkap. Sebelumnya divonis 5,5 tahun menjadi 4 tahun penjara dalam putusan  tingkat PK di MA.

19. Mantan Panitera Pengganti PN Jakarta Utara Rohadi, di tingkat PK menjadi 5 tahun penjara, sebelumnya di tahap pertama 7 tahun penjara.

20. Mantan Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB Musa Zainuddin, kasus suap infrastruktur, dari putusan 9 tahun menjadi 6 tahun penjara di tingkat PK.(Benardy/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.