Kota Tangerang Dilanda Cuaca Ekstrim, Begini kata BMKG

oleh -
Siklon tropis paddy yang menyebabkan Wilayah Kota Tangerang, Banten dilanda cuaca ekstrim.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Klas I Tangerang mengungkapkan bahwa cuaca ekstrim angin kencang telah melanda Wilayah Kota Tangerang, Banten, Selasa (23/11/2021) malam.

Cuaca ekstrem itu disebabkan oleh bibit siklon tropis 90S yang tumbuh menjadi siklon tropis paddy, saat ini kecepatan angin hingga pukul 18.43 WIB tercatat 12 sampai 26 knot atau sekitar 40 Kilometer perjam. Selain itu cuaca ekstrem tersebut juga diprediksi akan terjadi hingga Jumat (26/11/2021) nanti.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Klas I Tangerang, Urip Setiyono mengatakan saat ini Kota Tangerang tengah dilanda cuaca ekstrim angin kencang yang diakibatkan oleh pengaruh siklon tropis paddy, dan berdasarkan pantauan di Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah, bertekanan 995 hPa dengan kekuatan 40 knot atau 75 Kilometer perjam menjauhi Wilayah Indonesia.

“Dampak tidak langsung bagi cuaca di Indonesia yaitu hujan sedang hingga lebat 24 jam ke depan di Lampung, Banten (termasuk Kota Tangerang), DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur,” jelasnya saat melalui pesan singkat kepada Redaksi24.com.

BACA JUGA: BMKG Perkirakan Puncak Musim Hujan di Kota Tangerang Terjadi Pada Februari 2022

Urip menjelaskan intensitas siklon itu diperkirakan menurun dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah Barat Wilayah Indonesia. “Untuk di Kota Tangerang, BMKG mencatat kecepatan angin mencapai 12 hingga 26 knot perjam, terjadi sejak pukul 18.43 WIB,” ujarnya.

Menurut Urip, cuaca ekstrem itu akan terus terjadi hingga 72 jam ke depan atau hingga Jumat nanti, dengan kecepatan angin 25 knot atau 45 Kilometer perjam. “Maka dari itu kami mengimbau masyarakat untuk menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak, menghindari daerah rentan seperti lembah sungai, lereng rawan longsor dan pohon yang mudah tumbang,” katanya.

“Lalu mewaspadai potensi dampak seperti banjir bandang, banjir pesisir, tanah longsor dan banjir bandang di daerah yang rentang,” imbuhnya. (Candra/Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.