Kota Serang Zona Orange Covid-19, Sekolah yang Gelar KBM Tatap Muka Bakal Ditindak

  • Whatsapp
belajar dari rumah kota serang
Ilustrasi - Dindikbud Kota Serang masih menerapkan belajar dari rumah bagi murid SD dan siswa SMP selama masa pandemi Covid-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Banten,  bakal menindak sekolah negeri maupun swasta yang kedapatan menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka kepada murid dan siswanya.

“Kalau ditemukan sekolah dengan KBM tatap muka akan kami tindak. Sanksinya berupa teguran langsung maupun tertulis,” tegas Sekretaris Dindikbud Kota Serang, Nursalim kepada wartawan melalui sambungan telepon, Senin (13/7/2020).

Bacaan Lainnya

Nursalim menjelaskan, pada tahun ajaran baru 2020/2021, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang masih menerapkan KBM secara online atau belajar dari rumah. KBM dari rumah untuk jenjang pendidikan SD dan SMP diterapkan mulai 13 Juli sampai 30 Juli 2020.

Penerapan KBM dari rumah atau secara online bagi murid SD dan siswa SMP, kata Nursalim, mengingat Kota Serang saat ini masih berstatus orange Covid-19. Dengan kata lain, Ibu Kota Provinsi Banten belum sepenuhnya aman dari penyebaran Covid-19.

BACA JUGA: Meresahkan, Buaya Berukuran 3 Meter Ditangkap Warga Cinangka Serang

Nursalim mengungkapkan, penerapan pola belajar online atau dari rumah berdasarkan Surat Edaran (SE) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang nomor 005/1830/Dispendikot/2020 tentang Pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) Selama Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 Tahun Pelajaran 2020/2021.

“Itu sesuai dengan keputusan Kemendikbud mengenai daerah zona merah, orange, kuning atau hijau Covid-19. Yang harga mati itu sampai dengan zonasi orange dan kuning, itu tidak ada tawar menawar untuk tatap muka, semua harus daring atau online,” tegasnya.

Kota Serang, kata Nursalim, termasuk kelompok atau daerah dengan status orange Covid-19. Karena itu, kata dia, pihaknya menerbitkan SE sebagai petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis pembelajaran pola online sampai tanggal 30 Juli 2020.

Kenapa sampai tanggal 30 Juli? Menurut dia, untuk memberikan tenggang waktu kemungkinan adanya perubahan kondisi perkembangan covid-19. Pihaknya juga telah menyiapkan skenario lain dalam menerapkan pola pembelajaran setelah tanggal 30 Juli.

“Kalau kondisinya tidak berubah, skenarionya sama, ditambah dengan SOP baru yang kami buat,” imbuhnya.

BACA JUGA: Asyik, Hajatan Sudah Diperbolehkan Lagi di Kota Serang

Nursalim menyatakan, sekalipun nantinya Kota Serang masuk katagori zona hijau, namun tidak serta merta pihaknya menerapkan KBM tatap muka. Sebab menurutnya, untuk melaksanakan KBM tatap muka,  salah satu syaratnya harus ada izin dari orangtua atau wali murid.

“Yang terpenting izin dari orangtua wali murid, karena saat ini kami punya prinsip mengedepankan keselamatan jiwa dari pada mencerdaskan,” ungkapnya.

Berkaitan dengan masa orientasi siswa (MOS), menurut Nursalim, pihaknya melibatkan orangtua atau wali murid untuk turut menyosialisaikan dengan memberikan arahan bagi anak-anaknya dalam melaksanakan belajar daring atau online.

“Sistem pembelajarannya mungkin disesuaikan dengan saat senggang orangtua siswa, jadi tidak pada jam sekolah biasa. Kami akan memonitoring belajar dari rumah sampai ada perubahan selanjutnya,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.