Pedagang Diminta Tidak Jual Hewan Qurban Asal Boyolali dan Salatiga

oleh -
Kabid Peternakan DPKP Kota Serang, Siswati.

REDAKSI24.COM – Dinas Pertanian Kelautan dan Peternakan (DPKP) Kota Serang akan melakukan Sidak terhadap penjual hewan qurban. Tujuannya untuk memastikan kondisi hewan qurban yang dijual sehat dan tidak mengandung virus berbahaya, seperti antraks.

“Sidak akan dilaksanakan mulai 1 Agustus 2019,” ungkap Siswati, Kabid Peternakan DPKP Kota Serang, Jumat (26/7).

Dia menyebut, penyakit yang kerap dialami hewan qurban antara lain Ecthyma Contagiosa atau Soremouth atau Dermatitis Pustularis Contagiosa atau lazim disebut Orf. Penyakit itu merupakan penyakit viral yang sangat infeksius pada hewan qurban jenis domba dan kambing.

“Gejala penyakit ini biasanya ditandai dengan terbentuknya lesi basah, bernanah, dan berkeropeng pada moncong dan bibir,” katanya.

Penyebab penyakit Orf ini, menurut Siswati, yakni virus cacar pada ungulata berkuku genap. Hewan qurban bisa sembuh dari penyalit tersebut jika sudah terbentuk antibodi yang protektif pada tubuhnya.

Selain penyakit Orf, lanjut Siswati, penyakit hewan qurban yang paling mengkhawatirkan adalah antraks. Dikatakan Siswati, 80 persen para pelapak hewan qurban mendapatkan domba dan kambing dari luar Kota Serang, seperti Garut dan Purwakarta, sisanya dari kota/kabupaten Provinsi Banten.

“Kami sudah sarankan pada para pedagang untuk tidak mengambil hewan qurban dari daerah Boyolali dan Salatiga. Sebab pernah terjadi kasus hewan qurban yang terjangkit virus antraks. Antraks bertahan lama dan bisa menular ke manusia,” ujarnya. 

Namun sejauh ini, kata dia, pihaknya belum menemukan adanya kasus hewan qurban yang terjangkit Antraks. “Paling penyakit Orf,” ujarnya seraya menyatakan akan memberikan stiker kelayakan jual pada pelapak hewan qurban yang sudah dilakukan pemeriksaan.

Lebih lanjut Siswati menuturkan, pihaknya melibatkan dokter hewan dari Pemerintah Provinsi Banten untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, kelengkapan surat keterangan sehat hewan dari penyuplai, dan kelayakan lapak hewan qurban di seluruh lokasi Kota Serang.

Harapannya para pelapak dapat menyediakan hewan yang sehat dan aman sesuai syarat hewan qurban. “Jika ditemukan hewan yang sakit, kami minta pedagang untuk mengkarantina sampai pulih. Biasanya kami berikan salep antiseptik dan antibiotic,” ujarnya. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *