Korut Peringatkan AS Untuk Tidak Menyebar Bau Mesiu di Perbatasan

oleh -
korut,latihan militer,kim yo jong,as,bau mesiu
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berbicara dengan Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara Kim Yong Nam dan Kim Yo Jong, saudari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, saat pertemuan kedua negara di Istana Kepresidenan Gedung Biru di Seoul, Korea Selatan, Sabtu (10/2/2018). (Yonhap via REUTERS)

SEOUL, REDAKSI24.COM–Pemimpin Korea Utara (Korut) menyampaikan kritik terhadap adanya latihan militer yang berlangsung di Korea Selatan, dan memberi peringatan kepada Amerika Serikat (AS) untuk tidak menyebar bau mesiu di perbatasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang disiarkan oleh kantor beritan negara KCNA, Selasa (16/3/2021).

“Jika mereka (pemerintahan baru AS) ingin tidur dengan damai selama empat tahun mendatang, lebih baik tidak menyebarkan bau sejak awal,” kata Kim Yo Jong.

Kim menyatakan bahwa latihan militer dan permusuhan tidak pernah akan bisa sejalan dengan dialog dan kerja sama.

Kim Yo Jong menyebut apa yang menurutnya bahwa bau mesiu yang melayang di atas perbatasan, tidak akan membantu membawa perdamaian.

“Kami mengambil kesempatan ini untuk memperingatkan pemerintahan baru AS, yang berusaha keras untuk melepaskan bau bubuk (mesiu) di tanah kami,” ucap Kim.

Pernyataan Kim Yo Jong adalah pesan publik pertama Korut kepada Washington sejak Presiden Joe Biden menjabat pada Januari.

Kim menyampaikan pernyataan itu sehari sebelum Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin dijadwalkan tiba di Seoul, untuk pembicaraan pertama mereka dengan mitranya di Korea Selatan.

Menanggapi pernyataan Kim Yo Jong, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kepada sebuah pengarahan media di Tokyo bahwa dia mengetahui komentar tersebut, tetapi dia lebih tertarik untuk mendengar apa yang dipikirkan sekutu dan mitra Amerika tentang Korea Utara.

Blinken dan Austin sedang melakukan perjalanan di Asia minggu ini, untuk membahas kebijakan luar negeri dan keamanan dengan sekutu di Jepang dan Korea Selatan.

Pemerintahan AS yang baru diharapkan menyelesaikan peninjauan kebijakan Korut dalam beberapa minggu mendatang, dan Blinken mengatakan Washington sedang mempertimbangkan apakah tekanan tambahan terhadap Korea Utara bisa efektif.

Korut sejauh ini menolak permintaan dari AS untuk terlibat dalam dialog, kata Gedung Putih pada Senin (15/3/2021), karena dinginnya hubungan kedua negara yang dimulai sejak pemerintahan Donald Trump telah meluas ke masa kepresidenan Biden.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengadakan tiga pertemuan puncak tingkat tinggi dengan Trump dan bertukar serangkaian surat, tetapi negara bersenjata nuklir itu mengakhiri pembicaraan dan mengatakan tidak akan terlibat lebih jauh kecuali AS mencabut kebijakan permusuhannya. (Yashinta Difa Pramudyani/Ant/ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.