Korupsi, 2 Pejabat Krakatau Steel Dibui

oleh -
Terdakwa Herman Suhodo tertunduk lesu saat mengetahui diganjar hukuman 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Serang, Banten.

REDAKSI24.COM – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Serang, Banten menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada Ketua Badan Pengelola Kesejahteraan (Bapelkes) Krakatau Steel (KS) Herman Husodo dan 13 tahun penjara bagi manajer investasi Bapelkes KS, Triono.

Kedua pejabat PT KS itu dinyatakan terbukti telah merugikan keuangan negara sebesar Rp118 miliar di Yayasan Bapelkes KS pada persidangan yang berlangsung hingga malam hari, Jumat (26/7/2019).

Selain penjara 10 tahun, Terdakwa Herman Husodo juga diharuskan membayar denda Rp250 juta atau subsider 4 bulan penjara. Ia juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp30 juta. Jika uang tersebut tidak dibayarkan setelah putusan,  hukumannya ditambah 1 tahun penjara.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata Ketua Majelis Hakim Tipikor Serang, Hosianna Mariani Sidabalok saat membacakan amar putusannya.

Vonis ini sesuai dakwaan jaksa yang menyatakan terdakwa Herman terbukti bersalah melakukan korupsi sebagaimana pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-undang Tipikor jo pasal 55 ayat (1) jo pasal 65 ayat (1) KUHP. 

Sementara itu, terdakwa Manajer Investasi Bapelkes KS, Triono divonis 13 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta atau subsider kurungan 5 bulan penjara.

Selain itu, Triono dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp100 juta. Jika tidak dibayar, hukumannya akan ditambah 1 tahun. Vonis ini lebih berat dibandingkan dengan tuntutan jaksa.

Kasus korupsi itu bermula ketika kedua terdakwa bersama Ryan Anthoni (Dirut PT Novagro Indonesia dan Dirut PT Lintasan Global Nusantara), juga Andy Gouw (Direktur PT Bahari Megamas) melakukan investasi yang tidak diatur dalam arahan investasi Yayasan Bapelkes KS.

Investasi antara Yayasan Bapelkes KS dengan PT Novagro Indonesia, dan PT LGN, telah memperkaya terdakwa Herman Husodo sebesar Rp90 juta atau 10 persen dari nilai saham PT LGN dan uang tunai Rp30 juta.

Terdakwa juga dituding telah memperkaya Triono Rp160 juta atau 10 persen dari nilai saham PT LGN dan uang tunai Rp100 juta. Terdakwa Herman juga telah memperkaya Ryan Anthoni selaku Direktur Utama PT Novagro sebesar Rp64 miliar.

Juga memperkaya Direktur PT LGN Budi Santoso sebesar Rp14 miliar, memperkaya Eka Wahyu Kasih selaku Direktur Kasih Industri Indonesia sebesar Rp13 miliar, dan memperkaya Andy Gouw selaku Direktur PT Bahari Megamas sebesar Rp1,5 miliar.

Selain itu, Yayasan Bapelkes KS juga melakukan kerjasama investasi dengan PT Bahari Megamas, terdakwa Herman Husodo telah memperkaya Andy Gouw sebesar Rp1 miliar, Ryan Antony sebesar Rp10,5 miliar dan Budi Santoso sebesar Rp13,4 miliar.

Berdasarkan hasil audit negara BPKP Banten 2 Juni 2017, tindak pidana korupsi yang dilakukan keduanya mengakibatkan kerugian keuangan negara dalam penggunaan dana prokespen karyawan PT KS.(Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *