Korban Tewas Terkena Sabetan Golok dan Samurai

  • Whatsapp
reka ulang
Tersangka memperagakan aksi penganiayaan terhadap tiga warga Pangarengan, Bojonegara, Kabupaten Serang, dalam reka ulang yanhg digelar Satreskrim Polres Cilegon. 

CILEGON, REDAKSI24.COM – Petugas Satreskrim Polres Cilegon, Polda Banten menggelar rekonstruksi pembacokan terhadap tiga warga Pangarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten yang menewaskan 1 orang. Dalam reka ulang itu, 7 tersangka memperagakan sebanyak 45 adegan pengeroyokan yang menyebabkan 1 orang tewas.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Zamrul Aini mengatakan, rekonstruksi digelar di halaman Mapolres Cilegon, tidak di tempat kejadian perkara (TKP). Pihaknya khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika reka ulang digelar di tempat kejadian perkara (TKP).

Bacaan Lainnya

“Awalnya ada 35 adegan, karena tersangkanya ada tujuh, jadi harus detail peran masing-masing tersangka sehingga tidak ada keraguan lagi bagi jaksa untuk memberikan tuntutan,” kata Zamrul Aini di Halaman Mapolres Cilegon, Kamis (12/3/2020).

Ketujuh tersangka masing-masing, Nasrudin (50), Safiudin (60), Subedi (53), Muhammad Ikhsan (48), Hasuni (47), Kamal dan Iwan. Sedangkan barang bukti yang disita berupa golok, samurai, dan satu unit mobil Daihatsu Terios  nomor polisi A 1787 ES  yang digunakan para tersangka.

Para tersangka mempraktikkan bagaimana peristiwa pembacokan terjadi. Mulai dari tersangka utama menemui korban hingga terjadi pembacokan dengan golok dan samurai. Atas kejadian tersebut, Nasrudin ditetapkan sebagai otak pelaku pembacokan terhadap 3 warga Pengarengan, Bojonegara.

“Beberapa aksi sabetan golok diperagakan tersangka Nasrudin kepada 3 korban,” tambahnya.

Tersangka Nasrudin membacok korban di bagian kaki hingga leher. Ada juga korban yang terkena sabetan golok pada tangan lantaran menangkis bacokan Nasrudin. Sementarakeenam tersangka ikut membantu aksi pembacokan tersebut.

Polisi menyatakan peristiwa itu sebagai pembunuhan berencana. Seluruh tersangka telah diamankan dan  tidak ada lagi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Barang bukti dan alat bukti sudah lengkap, semua tinggal dikirim ke kejaksaan,” tegasnya.

BACA JUGA:

. Mantan Kades Jadi Tersangka Pembacokan Warga di Bojonegara

. Satu Korban Pembacokan di Bojonegara Tewas, Polisi Minta Warga Tenang

Tiga Pelaku Pembacokan di Bojonegara Menyerahkan Diri ke Polres Cilegon

Menurutnya, seorang pelaku yang diketahui bernama Nasrudin secara membabi buta menganiaya korban menggunakan senjata tajam jenis samurai kepada KA hingga membuatnya luka serius di sekujur tubuh. KA yang merupakan adik Kepala Desa (Kades) Pengarengan, Saifulloh akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah sesaat mendapatkan perawatan di RSUD Cilegon.

“Dari hasil rekonstruksi diketahui motif pembacokan itu lantaran rebutan material sirdam atau limbah tambang PT SGM,” imbuh Zamrul.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara, pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara serta pasal 170 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sebelumnya, tiga warga Kampung Pangrango Dukuh, Desa Pangarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, menjadi korban pembacokan pada Senin (17/2/2020) lalu. Tiga korban pembacokan itu masing-masing Khairul Anwar,  tewas di rumah sakit, Nursidi dan Safrudin.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.