Korban Meninggal Akibat COVID-19 di Lebak Bertambah

oleh -
korban COVID-19 meninggal dunia lebak banten bertambah virus corona gugus tugas
Ilustrasi - Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lebak, Firman Rahmatullah mengakui, pihaknya telah menerima laporan adanya tiga pasien COVID-19 yang meninggal dunia.

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Sampai dengan Kamis (1/7/2021) pasien COVID-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Lebak, Banten, bertambah tiga orang. Dengan begitu, warga yang menjadi korban virus corona di kota multatuli itu, jumlahnya menjadi 95 orang dari sebelumnya 92 orang.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lebak, Firman Rahmatullah mengakui, pihaknya telah menerima laporan adanya tiga pasien COVID-19 yang meninggal dunia.

“Sebelum meninggal mereka mendapat perawatan medis di rumah sakit. Semua pasien yang meninggal dimakamkan secara protokol COVID-19 berjalan lancar,” katanya.

Firman Rahmatullah menyebut kemungkinan besar pasien COVID-19 yang meninggal karena kondisinya sudah parah dan mengalami komplikasi penyakit penyerta.

BACA JUGA: Seluruh Petugas Positif COVID-19, Puskesmas Cihara Lebak Lockdown

Menurut dia, selama ini, penyebaran virus corona di Kabupaten Lebak sejak dua hari terakhir berjalan stagnan, tidak atau belum terjadi kenaikan.

Saat ini, kata dia, kenaikan yang terjadi hanya kematian dari 92 orang menjadi 95 orang.

Sedangkan, kata dia, warga yang terpapar COVID-19 sampai Kamis tercatat 4.631 orang, 3.570 orang sembuh dan 966 orang isolasi dan menjalani perawatan medis.

Begitu juga warga yang terpapar COVID-19 pada Rabu (30/6) tercatat 4. 631 orang, 3.570 orang sembuh dan 969 orang.

“Kami berharap angka penyebaran virus corona bisa dikendalikan dengan mematuhi protokol kesehatan itu,” katanya.

Ia mengatakan penularan virus corona di Kabupaten Lebak masuk zona merah penyebaran COVID-19, sehingga masyarakat jika keluar rumah wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun.

Pemerintah daerah kini menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro guna pencegahan penyebaran pandemi COVID-19. Petugas PPKM skala mikro melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Lebak, TNI dan Polri.

Mereka petugas PPKM terus mengoptimalkan operasi masker, membubarkan tempat kerumunan hingga menyosialisasikan edukasi tentang bahaya penularan virus corona.

“Kami minta warga dapat disiplin protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19,” katanya.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.