Korban Mafia Tanah Teluknaga : Kami Sudah Melapor dan Hasilnya Nol Besar

oleh -
Mafia Tanah Teluknaga Tangerang

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Ungkapan miris dilontarkan A. Heri Hermawan, warga Babakan Asem, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang yang menjadi salah satu korban mafia tanah. Dalam channel Youtube milik Haris Azhar dengan judul ‘Tanah Kami Jelas, Kok Tiba-tiba Statusnya Misterius???’ yang diupload pada Jumat (12/3/2021) dan sudah ditonton lebih dari 15 ribu kali ini, Heri bercerita jika dirinya beserta warga telah melapor dan mengadu ke berbagai instansi namun hasilnya nol besar.

Kepada Haris Azhar, Heri memaparkan jika dirinya sudah mendatangi BPN Kabupaten Tangerang pada 27 Agustus 2020 untuk mempertanyakan kenapa lahan warga yang luasnya mencapai ratusan hektar bisa dikuasai oleh orang lain. Dalam audiensi tersebut menurut Heri Kepala BPN Kabupaten Tangerang saat itu Gembong mengatakan nanti  kita pelajari dan evaluasi. Tak ada yang sulit bagi kami semua dapat diselesaikan namun hasilnya nol.

“Saya masih ingat dan masih rekamannya,” ujar Heri. 

Begitu pula saat audiensi dengan Bupati Tangerang, menurut Heri saat itu bupati mau membantu memfasilitasi untuk menyelesaikan kasus tanah miliknya, namun langsung ditolaknya karena hanya menawarkan tanah miliknya saja dengan alasan sebagai contoh penuntasan masalah tanah.

Saat  Haris Azhar menanyakan apa hasil yang didapat dari pertemuan dengan bupati. Heri langsung menjawab hasilnya nol. Nol apa tanya Haris. Nol besar lanjut Heri.

Heri juga mengaku dirinya pada 6 Oktober 2020 lalu, telah mengirimkan surat pengaduan kepada  RI 1 (Presiden Republik Indonesia) yang ditembuskan ke KPK, Kemenkopolhukam, Komnas Ham, Kapolri, Menteri ATR/BPN, Mendagri. Namun kebanyakan juga tidak mendapatkan respon 

“KPK sudah merespon hanya minta dilengkapi data-datanya, Komnas Ham sudah merespon dengan mengirimkan surat permintaan klarifikasi ke Kementerian ATR/BPN namun hingga kini belum ada jawaban,”  ujar Heri.

BACA JUGA: Tak Mampu Ungkap Kasus Mafia Tanah di Teluknaga, Akan jadi Preseden Buruk Bagi Aparat Penegak Hukum  

Dalam wawancara itu juga Heri mengaku telah bertemu dengan Kepala Kanwil ATR/BPN Provinsi Banten di bulan Desember 2020. Walau sempat mendapatkan harapan namun akhirnya hasilnya sama warga kembali dikecewakan.

“Saat pertemuan pertama dengan Kakanwil menurut Heri dirinya memiliki harapan besar karena Kakanwil mendengarkan keluhan warga bahkan siap membuka posko pengaduan di masyarakat dan akan mengurus tanah warga di PTSL. Namun di pertemuan kedua harapan itu sirna     

“Pada pertemuan kedua di 14 Januari berubah 180 derajat, karena saat itu Kakanwil justru meminta Apdesi memfasilitasi pertemuan warga dengan pengembang” jelasnya.

Di akhir wawancara Heri berharap aparat berwenang bisa memberikan solusi atas  persoalan dirinya dan warga sekaligus  membongkarnya. (Tim)  

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.