Korban Banjir dan Tanah Longsor di Lebak Minta Direlokasi

  • Whatsapp
Banjir bandang lebak
Huntara korban bencana alam Lebak.

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM—Warga korban  banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak meminta pemerintah merelokasinya  ke tempat yang layak huni. Pasalnya selama tinggal di Pengungsian Huntara (Hunian sementara) mereka  merasa tidak nyaman.

“Kita sudah lima bulan tinggal  di sini dan merasa tidak nyaman,” kata  Iyan, Kepala Dusun di Pengungsian Hunian Sementara (Huntara) I Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong , Kabupaten Lebak, Banten.

Bacaan Lainnya

Karena  kata dia,  gubuk-gubuk huntara yang dibangun dengan plastic dan hamparan bambu itu selain bocor  bila hujan turun, penghuni juga merasa  kepanasan bila siang hari.

Bahkan, tambah dia,  Huntara yang dibangun oleh relawan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai penyakit lantaran air yang dimanfaatkan oleh warga keruh. “Kami berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan hunian tetap atau huntap,”ucap Iyan.

BACA JUGA: Korban Banjir Bandang dan Lonsor Lebak, Tagih Janji Bantuan DTH dari Pemerintah Pusat

Samahalnya dengan Sudin (35), warga pengungsian Cigobang Kecamatan Lebak Gedong. Ia mengatakan dirinya yang menghuni di Huntara dengan luas 5 meter persegi bila hujan turun kebocoran.

“Kami minta pemerintah bisa merelokasikan ke tempat yang lebih layak, aman dan nyaman,”ujarnya.

Begitu pula kata Masyur,  warga Desa Banjar Irigasi yang juga penghuni  Huntara. Ia   berharap kepada pemerintah agar rencana relokasi  segera direalisasikan. Karena, selama tinggal di Huntara, dirinya beserta keluarga selalu mengalami gangguan kesehatan, seperti pusing dan demam.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Feby Rizki Pratam mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak sedang menyiapkan lahan untuk relokasi warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak yang terjadi pada awal tahun 2020 lalu. 

Rencana, relokasi tersebut berada di dua tempat, yaitu di Desa Banjarsari dengan luas 3 hektar, dan di perbatasan antara Desa Banjarsari dengan Banjaririgasi, Kecamatan Lebak Gedong seluas 10 hektar.

“Saat ini kami sedang melakukan survei guna memastikan kedua lahan tersebut clean and clear, clean secara hukum, dan clear atau jelas statusnya,” kata Febby ketika ditemui Redaksi24.com diruang kerjanya, Jum’at (10/7/2020).

BACA JUGA: Bantuan DTH Untuk Korban Banjir Bandang Lebak Mandek

Katanya, lahan tersebut sebelumnya akan diuji terlebih dahulu oleh dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (LH) juga badan Geologi. Tujuannya untuk memastikan lahan itu benar-benar aman dari bencana banjir maupun longsor.

Sedangkan untuk anggaran, baik proses pembelian tanah, membangun fasilitas umum dan Huntap diperkirakan mencapai Rp15 miliar. ” Untuk urusan lahan akan selesai pada tahun 2020 ini dan ditangani langsung oleh Pemkab Lebak. Sementara untuk hutap serta fasilitas umumnya akan diajukan kepada pemerintah pusat,” kata dia (Ant/Yusup/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.