Korban Banjir Bandang di Sajira Desak Pemerintah Bebaskan Lahannya Yang Diproyeksi Untuk Waduk Karian

oleh -
Salah satu rumah korban terdampak banjir bandang di Lebak.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Sejumlah warga yang menjadi korban bencana banjir bandang di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, mendesak pemerintah agar segera melakukan pembebasan lahan berikut rumah mereka yang luluh lantak diterjang bencana alam.

Permintaan tersebut disampaikan warga karena lahan mereka saat ini termasuk dalam perencanaan pembangunan proyek nasional Waduk Karian, dan telah di database pembebasan lahan oleh Badan Nasional Pertanahan (BPN) Kabupaten Lebak.

Suhari (32) warga Kampung Lebak Kopo, Desa Calungbungur, Kecamatan Sajira, mengatakan, saat ini rumah beserta lahannya sudah hancur di terjang banjir bandang, dan belum mendapatkan intensif berupa pembebasan lahan dari Pemerintah. Padahal, rumahnya telah terdata dalam pembebasan proyek pembangunan waduk karian.

” Saya meminta kepada pemerintah untuk segera membayar lahan berikut rumah kami yang telah luluh lantak dihantam banjir bandang. Sebab, jika harus memperbaiki rumah biayanya sangat tinggi, sama saja dengan membangun rumah baru,”ungkap Suhari kepada Redaksi24.com, Kamis (9/1/2020).

Kata dia, pembebasan lahan harus segera dilakukan dibandingkan dengan membangun kembali sarana infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang. Pasalnya, sarana infrastruktur tersebut nantinya akan kembali dibongkar untuk pembangunan waduk karian.

” Kita menilai, jika pemerintah akan merehabilitasi fasilitas umum seperti jembatan yang telah putus atau lainnya kan sayang hanya menghamburkan biaya saja, toh nantinya juga akan dibebebaskan untuk waduk karian. Menurut hemat kami ya mending dibayar langsung lahan kami ini,” katanya.

BACA JUGA:

Ribuan Korban Banjir Bandang di Lebak Mulai Terjangkit Berbagai Penyakit

Kerugian Infrastruktur Akibat Banjir Bandang di Lebak Capai Rp 56 Milliar

Sementara itu, Camat Sajira H Rahmat menuturkan, di Kecamatan Sajira terdapat 234 rumah rusak akibat terjangan banjir bandang tersebut, dan sebagian besar kerusakan ada pada Desa Calungbungur dengan jumlah kerusakan mencapai 155 rumah.

Lebih jauh ia menjelaskan, Desa Calungbungur sendiri merupakan salah satu dari 9 Desa yang terkena pembebas lahan waduk karian di Kecamatan Sajira. Kedelapan Desa tersebut meliputi, Desa Calungbungur, Mekarsari, Sukarame, Sukajaya, Sindangsari, Bungurmekar, Pajagan, Sajira, dan Sajira Mekar.

” Ke 9 Desa tersebut diantaranya masih banyak yang belum dibebaskan lahannya. Saya harap Pemerintah dapat segera melakukan pembebasan,” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.