Komunitas Ikan Gabus Dongkrak Ekonomi dengan Gelar Pameran

oleh -
Komunitas Ikan Gabus Tangerang

TANGERANG,REDAKSI24.COM–Dongkrak perekonomian di tengah pandemi Covid 19, Komunitas pecinta ikan gabus Tangerang menggelar pameran. Pameran yang digelar ini menampilkan ikan gabus dengan harga hingga puluhan juta rupiah. 

Pameran yang digelar di Modernland Mall Tangerang pada 13-14 Maret 2021 ini berhasil mendatangkan hingga 2.000 pengunjung dalam dua hari. Bahkan pengunjung atau peserta pemeran ini bukan hanya berasal dari wilayah Tangerang saja. 

Pengamatan Redaksi24.com di lokasi, meskipun dalam masa pandemi pameran ini digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Ikan yang dipamerkan dalam pameran ini memiliki nama ilmiah Channa Striata, bukan gabus biasa. Namun, gabus yang berasal dari berbagai habitat di Indonesia. 

Para pengunjung pameran banyak yang melirik gabus dari Kalimantan. Gabus ini menjadi primadona dan banyak diburu para penggemar. 

Dalam kompetisi Chana ini, ikan gabus yang ditampilkan diantaranya Yellow Sentarum, Red Borneo, Asia Tica, Aurenti, dan Blue Pulcra.

Komunitas Ikan Gabus Tangerang

Ikan-ikan tersebut, adalah jenis ikan lokal yang harganya sampai dengan Rp 60 juta. Untuk jenis Maru, yang termahal biasanya berasal dari Kalimantan, Jambi, dan Sumatera. Ikan-ikan tersebut, mempunyai sisik yang indah dan juga langka. Karena itu, harganya mahal. Di pasaran, harga bergantung dari panjangnya ikan.

Panitia pelaksana Reza mengatakan, event Chana Maru ini digelar sebagai wadah untuk mengumpulkan para pecinta ikan gabus dalam menghadapi pandemi. 

“Event ini kita buat untuk mengembangkan dan juga sebagai wadah para pecinta ikan gabus. Pecinta gabus ini tidak kalah dengan pecinta cupang maupun arwana dan ikan lainnya,” ungkapnya Senin (15/3/2021).

BACA JUGA: Wali Kota Tangerang Minta Proses Perbaikan Jalan Rusak Harus Optimal

Reza menambahkan, ikan yang ditampilkan mempunyai keunikan tersendiri. Bahkan dari warna dan juga jenisnya bisa menjadi ikan yang mahal. Dan gabus yang ditampilkan adalah jenis pilihan. Bukan sekadar ikan gabus biasa. 

“Untuk harga, paling murah Rp300 ribu dan paling tinggi Rp60 juta. Tetapi tergantung jenis dan juga asal ikan tersebut. Untuk ikan dari Kalimantan, Riau dan Sumatera harganya tinggi karena mereka masuk dalam kategori jenis lokal,”paparnya.

Ia menjelaskan, jenis lokal juga tidak kalah harganya dengan ikan jenis dari luar negeri seperti Thailand. Bahkan, gabus lokal jika sampai ke luar negeri bisa mencapi ratusan juta rupiah, karena memang sangat dicari para kolektor. 

“Jenis lokal itu dilihat dari warna, bentuk, sisik, dan jenisnya. Maka itu tidak heran, jenis lokal kita mahal harganya, karena memang di luar negeri banyak dicari dan sangat langka,” ungkapnya.

Sementara itu Ilham salah seorang peserta kontes yang juga sekaligus penjual Chana mengaku senang dengan adanya event tersebut. 

“Ya senang aja di masa pandemi ini kita masih tetap bisa survive. Terus juga kita sekaligus mempromosikan bahwa ikan jenis ini yang ada di Indonesia tidak kalah menarik dengan ikan dari luar negeri,” ungkapnya. 

Menurut dia acara seperti ini harus sering dilakukan. Apalagi tidak sedikit jenis ikan gabus unik yang ada di Indonesia. 

“Kalau kita sering adakan pameran pasti banyak yang melirik. Dan saya yakin hal itu membuat produk lokal tidak kalah menarik dengan luar,” tukasnya.(Iqbal/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.