Kompolnas Gelar Diskusi Cari Masukan Kriteria Calon Kapolri Baru

  • Whatsapp
Kompolnas menggelar diskusi untuk mencari masukan bahan kriteria calon kapolri baru
Suasana diskusi kelompok terarah (FGD) untuk meyerap masukan pemikiran terkait kriteria calon Kapolri baru yang diselenggarakan Kompolnas bersama sejumlah komponen, di Jakarta, Kamis (3/12/2020).

JAKARTA REDAKSI24.COM— Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menggelar diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) menjaring masukan pemikiran terkait pengumpulan bahan kriteria calon Kapolri baru.

Forum diskusi tersebut menghadirkan sejumlah komponen di antaranya anggota Polri aktif, aktivis media, tokoh masyarakat, pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), purnawirawan Polri, akademisi serta pihak yang memiliki perhatian terhadap Polri.

Bacaan Lainnya

“Penyelenggaraan FGD ini dimaksudkan untuk menjaring masukan pemikiran dari beberapa stakeholder mengenai kriteria calon Kapolri sebagai dasar Kompolnas dalam memberikan pertimbangan kepada Presiden mengenai pengangkatan dan pemberhentian Kapolri,” ujar Ketua Harian Kompolnas Benny Josua Mamoto di Jakarta, Kamis.

BACA JUGAKompolnas Bakal Minta Klarifikasi Polri Terkait Penertiban Baliho oleh TNI

Mantan Deputi Badan Narkotika Nasional itu hadir bersama anggota Kompolnas Dr A Wahyurudhanto, serta sejumlah tokoh nasional seperti putri Presiden RI Ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, dan Romo Mudji Sutrisno SJ.

Benny menyebutkan, kegiatan FGD itu dilaksanakan di Hotel GranDhika Iskandarsyah, Jalan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mulai Selasa (1/12) dan dilakukan dalam beberapa sesi hingga Kamis (3/12).

Sementara itu, Wakil Bendahara Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Dar Edi Yoga, dalam diskusi itu mengatakan, siapapun terpilih nanti menjadi Kapolri, yang bersangkutan perlu memperhatikan nota kesepahaman (MoU) antara Dewan Pers dan Polri yang harus terus dijalankan.

“Dengan masih ditemukannya beberapa kasus terkait adanya wartawan atau media yang dilaporkan ke Polisi. kami mengingatkan siapapun yang nantinya menjadi Kapolri agar tetap memperhatikan MoU antara Kapolri dan Dewan Pers dalam penanganan sengketa pers,” tegas Yoga.

Untuk itu, imbuh Yoga, MoU harus dijunjung tinggi serta disosialisasikan sekaligus dipahami oleh pihak terkait, terutama penyidik kepolisian agar memiliki pemahaman yang sama terhadap fungsi dan peran wartawan dalam menjalankan tugasnya.(Jay De Menes/Antara)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.