Komploton Spesialis Pencuri Kabel Listrik PLN berikut Penandah Dibekuk Resmob Polres Cilegon

  • Whatsapp
pencuri kabel PLN Cilegon
Polres Cilegon ungkap komplotan pencuri kabel PLN.

CILEGON, REDAKSI 24.COM – Polisi Resort (Polres) Cilegon Unit Reserse Mobil (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) berhasil membekuk dua anggota komplotan pencuri kabel listrik milik PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN). Selain kedua pelaku, Polres Cilegon juga berhasil membekuk seorang penandah.

“Kami juga masih melakukan pengejaran terhadap Mulyadi dan Kholil yang diduga juga menjadi anggota kawanan pencuri kabel PLN,” jelas Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana, saat menggelar ekspose di lapangan upacara Polres Cilegon, Selasa (28/1/2020).

Bacaan Lainnya

Yudhis menjelaskan, penangkapan ketiga tersangka yakni Faturohman (35) warga Mancak dan Hafidin (32) warga Ciwadan selaku anggota komplotan pencuri kabel PLN serta Muzam (32) warga Ciwadan yang berperan sebagai penadah ini, berdasarkan penyelidkan teradap kasus pencurian kabel listrik di Bukit Baja Sejahtera (BBS) II, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, pada Kamis (9/1/2020). Saat itu, kawanan pencuri kabel berhasil menggondol kabel tembaga ukuran 200 milimeter sepanjang 40 meter dengan berat 50 kilo.

“Total kerugian atas kejadian ini sebesar Rp10 juta. Pelaku sempat menjual kabel itu dengan harga per kilogram Rp70 ribu kepada penadah.” kata Kapolres.

BACA JUGA:

Awab-Iye Optimis Maju Pilkada Cilegon Lewat Partai Gerindra dan PAN

Cegah Masuknya Virus Corona, KKP Kelas II Banten Awasi Pergerakan Kapal Asing

Menurut Kapolres, para pelaku terbilang spesialis, lantaran mampu memotong kabel ketika masih teraliri listrik bertegangan tinggi. Dari hasil interograsi komplotan ini telah melakukan sekurang-kurangnya 20 kali pencurian kabel listrik bertegangan tinggi, sejak awal 2019 lalu.

“Tahun lalu pihak perusahaan tidak melapor. Barulah di awal 2020 ini, PT PLN melapor ke Polres Cilegon beberapa jam setelah terjadi pencurian. Merespons laporan ini, Unit Resmob Satreskrim Polres Cilegon langsung melakukan pengungkapan, hasilnya 3 tersangka ditangkap” tegasnya.

Selain menangkap pelaku lanjut Kapolres, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti: kabel listrik berbahan tembaga ukuran 200 milimeter, timbangan, linggis, serta 1 unit Toyota Kijang Kapsul nomor polisi B 1530 SSA warna merah. Atas perbuatannya para pelaku terancam Pasal 363 KUHPindana tentang pencurian dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Dari tangan pelaku polisi juga
“Ini masih dalam pengembangan. Pelaku lain yang masih DPO juga masih dalam pengejaran”, katanya.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Keselamatan Kesehatan Kerja Keamanan dan Lingkungan (K3L) PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kota Cilegon Widias Aryadi, mengaku sangat berterima kasih atas hasil pengungkapan pihak kepolisian.

“Saya mewakili PT PLN Cilegon, sangat berterima kasih kepada Polres Cilegon. Ini karena Polres telah membantu kami dalam melakukan pengusutan atau tindak pidana pencurian kabel yang cukup meresahkan pelanggan PLN,” katanya.

Menurut Aryadi, setiap aksi pelaku menyebabkan layanan listrik terganggu, alias mati listrik. Hingga saat ini, pihaknya telah merugi hingga kurang lebih Rp200 juta. “Kalau dihitung secara total, kami telah merugi hingga Rp200 juta. Karena ini telah terjadi sebanyak 20 kali di Kota Cilegon” tegasnya. (Firasat/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.