Komoditas Sembako BPNT di Labuan Pandeglang Sempat Ditolak KPM

  • Whatsapp
Komoditas Sembako BPNT Labuan Pandeglang
Tempe, salah satu komoditas BPNT yang ditolak KPM di Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Komoditas sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Cigondang dan Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Pandeglang, sempat ditolak Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sebab komoditas tersebut dinilai tidak layak konsumsi. Informasi yang dihimpun, ada dua jenis komoditas sembako BPNT yang sempat ditolak KPM, diantaranya daging ayam dan tempe.

Bacaan Lainnya

Salah seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, yang enggan disebutkan namanya mengaku, daging ayam dan tempe tidak layak konsumsi, karena daging sudah berubah warna dan bau, begitupun juga tempe sudah busuk.

“Tempe dapat dua, tapi kondisinya buruk, dan daging ayam juga bau dan warnanya sudah hijau. Jadi yang kami terima hanya beras sama telor,” ungkapnya, Jumat (20/3/2020).

BACA JUGA:

Waspada, Kaum Muda Rentan Terpapar Radikalisme

Kapolres Pandeglang Bagi-bagi  Sembako dan Semen

Sementara, pemilik agen E-warung sembako BPNT di Kecamatan Labuan, Topan mengaku, benar untuk komoditas sembako jenis tempe diretur, karena tadinya kondisi tempe masih mentah, sehingga menjadi busuk. Kata dia, sebagian daging ayam juga diretur.

“Ada beberapa daging ayam yang diretur untuk KPM di Desa Labuan. Tapi cuma sebagian saja, karena para KPM terlambat ngambil ke agen,” imbuhnya.

Menurut dia, daging ayam itu dikirimnya pagi dari pihak suplayer, sementara mengendap di agen terlalu lama. Karena KPM ada yang menebus sore hari bahkan ada juga yang malam hari. Karena di agen miliknya kurang fasilitas atau alat pendingin, akhirnya daging ayam itu tidak bertahan lama.

“Selain itu tempe juga kan masih setengah mateng dan kondisinya masih bagus pada saat dikirm. Namun karena KPM lambat ngambil, akhirnya menumpuk dan kondisinya jadi jelek,” kilahnya.

Saat ditanya didapat dari mana daging ayam dan tempe yang diagennya tersebut, Topan mengaku, kalau daging ayam dari suplayer di kawasan Carita dan tempe dari kawasa Babakan, Cikedal yang bekerjasama dengan PT AAM.

“Namanya barang di dalam plastik dan pengaruh cuaca juga, ditambah tidak ada alat pendingin, jadi kekuatan barang (daging dan tempe) tidak bisa bertahan lama,” katanya.

Saat ditanya lagi berapa jenis barang dan jumlahnya yang didapat KPM, Topan mengaku, ada 4 jenis komoditas yang diterima para KPM, mulai dari daging ayam, tempe, telur dan beras. Untuk hargany tiap jenis komoditas, seperti tempe sebanyak dua lempeng Rp 8000, daging ayam 1 ekor dengan harga Rp 30 ribu lebih, beras dapat 11 Kg dengan harga perkilo sebesar Rp10 ribu dan telur sebanyak 15 butir dengan harga sesuai di pasaran.

“Adapun jumlah nilai uang yang ada di kartu para KPM sebesar Rp200 ribu, dan jenis barang yang didapat itu sebanyak 4 jenis komoditas,” tuturnya.

Terpisah, TKSK Kecamatan Labuan, Pandeglang, Ahnan mengakui  ada beberapa jenis sembako berupa tempe yang diretur. Sebetulnya, kata dia, tempe dari suplayer masih bagus dan ada juga yang setengah matang.

“Karena tidak mungkin pihak suplayer mengirim tempe busuk, dan pastinya akan kami tolak jika terjadi seperti itu,” ujarnya.

Diakuinya, agar hal itu tidak terjadi lagi ke depan, pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan para agen apakah jenis komoditasnya akan dirubah atau seperti apa. “Demi keamanan kualitas komoditas sembako BPNT itu kemungkinan harus diubah jenis komoditasnya. Supaya semua jenis komoditas yang diterima KPM layak konsumsi,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.